Breaking News
Trending Tags

Kredit 13,6% vs DPK 7,7% menekan likuiditas bank

  • account_circle khasanah
  • calendar_month Sabtu, 29 Agt 2026 02:33 WIB
  • visibility 26
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Hasanah.id – Bank Indonesia memperingatkan adanya tekanan likuiditas pada beberapa kelompok bank akibat perbedaan laju penghimpunan dana dan penyaluran kredit, menunjuk kondisi yang perlu diwaspadai.

Menurut BI, fenomena tekanan likuiditas ini muncul di tengah akselerasi pertumbuhan kredit dibandingkan penghimpunan Dana Pihak Ketiga.

Direktur Kebijakan Makroprudensial Alexander Lubis menyatakan bahwa meski secara agregat likuiditas masih memadai, beberapa kelompok bank telah menunjukkan tanda-tanda tekanan likuiditas.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam Taklimat Media di Kantor BI, Jakarta pada Jumat, 28 Agustus 2026.

Bank Indonesia mencatat kredit perbankan tumbuh 13,6 persen secara tahunan (yoy) pada Juli 2026.

Sementara itu, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga hanya mencapai 7,7 persen pada periode yang sama.

Alexander Lubis menilai ketahanan perbankan secara umum tetap didukung permodalan yang kuat dan pengendalian risiko kredit.

Namun ia mengingatkan bahwa kondisi likuiditas bervariasi antar kelompok bank dan menuntut pemantauan intensif.

Data BI menunjukkan rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) industri berada di level 23,10 persen pada Juli 2026.

Pada kelompok bank BUMN, rasio AL/DPK tercatat turun menjadi 16,12 persen pada Juli 2026 dari 16,18 persen pada Juni 2026.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

Avatar of khasanah

Penulis

jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.

expand_less