PKM Muba salurkan Rp25 Juta per KK, kemiskinan turun jadi 9%
- account_circle khasanah
- calendar_month Sabtu, 29 Agt 2026 09:22 WIB
- visibility 14
- comment 0 komentar
- print Cetak

PKM Dorong Keluarga Muba Naik Kelas dengan Rp25 Juta Modal Ekonomi untuk Kesejahteraan Bersama
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ruang lingkup Program Keluarga Maju juga diarahkan pada akses pendidikan tinggi bagi generasi muda agar dampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia terwujud.
Realisasi awal program dimulai pada 2025 dan penyaluran perdana diberikan kepada ratusan kepala keluarga pada Desember 2025.
Pada 2026, cakupan diperluas dengan sekitar 6.000 calon penerima manfaat yang disiapkan tersebar di seluruh kecamatan sesuai Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).
Data yang disajikan Pemkab Muba berdasarkan BPS menunjukkan persentase penduduk miskin turun dari 12 persen menjadi 9 persen pada 2025.
Pemerintah daerah menekankan penurunan angka kemiskinan tersebut merupakan hasil kumulatif berbagai intervensi lintas sektor, bukan semata efek dari satu program.
Pengakuan nasional datang lewat Detik Award 2026 yang memberi penghargaan atas pendekatan pemberdayaan berbasis keluarga yang mencakup UMKM, sertifikasi keterampilan, dan pendidikan perguruan tinggi.
Bupati H. M. Toha Tohet menyatakan penghargaan tersebut menjadi pemicu untuk terus memperbaiki layanan, namun mengingatkan bahwa ukuran keberhasilan sejati adalah dampak langsung pada kehidupan masyarakat.
Pemerintah daerah menetapkan ukuran keberhasilan berupa pertumbuhan jumlah pelaku usaha, peningkatan serapan tenaga kerja, dan naiknya angka anak Muba melanjutkan studi ke perguruan tinggi.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




