Ekspor benih kerapu bandeng Bali capai 3.298.427 ekor
- account_circle khasanah
- calendar_month Senin, 31 Agt 2026 05:35 WIB
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ekspor Benih Kerapu dan Bandeng Bali: Strategi Meningkatkan Pendapatan Pertanian di Indonesia
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Permintaan benih kerapu dan bandeng dari Bali meningkat signifikan di pasar domestik dan internasional seiring penguatan sertifikasi mutu.
Lonjakan ekspor dan penjualan ini didorong oleh penerapan Sertifikasi Cara Perbenihan Ikan Yang Baik (CPIB Benih) yang dikeluarkan Badan Mutu KKP.
Implementasi standar tersebut menaikkan reputasi benih kerapu dan bandeng Bali sehingga membuka akses ke pasar tujuan seperti Thailand, Taiwan, Singapura, dan Malaysia.
Pada 2025 jumlah ekspor benih kerapu dan bandeng dari Bali tercatat mencapai 3.520.610 ekor dengan nilai Rp4,43 miliar.
Sementara hingga Agustus 2026 tercatat 3.298.427 ekor diekspor dengan nilai Rp6,41 miliar, menunjukkan permintaan yang tetap tinggi.
Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan menjelaskan bahwa CPIB Benih memeriksa aspek lingkungan budidaya dan pengelolaan limbah.
Sertifikasi juga menegaskan larangan penggunaan antibiotik untuk mencegah resistensi antimikroba pada komoditas perikanan budidaya.
Ishartini, Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (Badan Mutu KKP), menyatakan parameter sertifikasi mengacu pada SNI dan standar internasional.
Standar internasional yang dimaksud meliputi Codex Alimentarius, WOAH, serta persyaratan teknis negara tujuan ekspor.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




