Muhaimin Dorong Pesantren Jadi Motor Pengembangan Teknologi dan Ekonomi Digital
- account_circle Bobby Suryo
- calendar_month Senin, 31 Agt 2026 10:22 WIB
- visibility 12
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Hasanah.id – Pesantren dinilai memiliki peluang besar untuk mengambil peran lebih luas dalam menghadapi perkembangan teknologi dan perubahan dunia kerja. Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (MenkoPM) A. Muhaimin Iskandar mendorong pesantren untuk mulai memperkuat kapasitas di bidang kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) serta ekonomi digital.
Menurut Muhaimin, perkembangan teknologi yang begitu cepat menuntut lembaga pendidikan untuk terus melakukan pembaruan. Pesantren, kata dia, memiliki modal sosial dan lingkungan pendidikan yang kuat sehingga berpotensi menjadi pusat pengembangan sumber daya manusia sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Ia menegaskan, pesantren sejak awal memiliki tradisi keilmuan yang seharusnya terus dikembangkan mengikuti tantangan zaman. Pesantren tidak semestinya hanya dipandang sebagai tempat pembelajaran agama, tetapi juga sebagai ruang tumbuhnya ilmu pengetahuan dan berbagai keterampilan.
“Pesantren dilahirkan untuk menjadi pusat kajian dan ilmu pengetahuan, bukan sekadar tempat mengaji. Pesantren harus terus-menerus menyadari kewajibannya untuk memosisikan diri sebagai pusat ilmu pengetahuan,” ujar Muhaimin ketika menghadiri pelatihan AI dan ekonomi digital di Jombang, Jawa Timur, Jumat (28/8/2026).
Ia menyebut pemanfaatan AI dapat memberikan manfaat besar bagi pengembangan pendidikan di lingkungan pesantren. Teknologi tersebut dapat membantu proses pembelajaran, memperluas sumber informasi, sekaligus mendorong lahirnya berbagai inovasi baru.
Di sisi lain, pemahaman mengenai ekonomi digital juga diperlukan agar para santri memiliki bekal menghadapi perubahan pola usaha dan kebutuhan kompetensi di masa mendatang. Muhaimin menilai kemampuan beradaptasi menjadi salah satu faktor penting agar generasi muda tidak tertinggal oleh perkembangan teknologi.
“Transformasi sejati adalah transformasi yang berangkat dari potensi yang ada, bukan dari hal yang mengada-ada. Potensi yang ada dikembangkan dan ditumbuhkan untuk menjadi kekuatan yang produktif,” katanya.
Muhaimin juga menekankan bahwa transformasi pesantren tidak cukup hanya dilakukan melalui penguatan pendidikan. Aspek kemandirian ekonomi juga perlu mendapat perhatian sehingga pesantren memiliki sumber daya yang mampu menopang keberlangsungan berbagai programnya.
Pengelolaan aset dan potensi ekonomi secara produktif dapat menjadi salah satu jalan untuk memperkuat kemandirian tersebut. Dengan demikian, pesantren dapat berkembang sebagai lembaga pendidikan sekaligus pusat pemberdayaan masyarakat.
Penguatan kapasitas itu diharapkan membuat santri memiliki bekal yang lebih lengkap. Selain memahami ilmu keagamaan, mereka juga dapat menguasai keterampilan teknologi, memiliki kemampuan berwirausaha, adaptif terhadap perubahan, serta mampu membangun kemandirian ekonomi.
Muhaimin turut memberikan apresiasi kepada Forum Pengasuh dan Pengelola Pesantren (FPTP) yang menginisiasi pelatihan AI dan ekonomi digital. Menurutnya, kegiatan semacam itu dapat menjadi langkah konkret untuk mempercepat kesiapan pesantren menghadapi era digital.
Ia berharap keterampilan yang diperoleh para santri nantinya tidak berhenti di lingkungan pesantren. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat diterapkan untuk menciptakan kegiatan produktif dan membuka peluang ekonomi yang manfaatnya dirasakan masyarakat sekitar.
“Transformasi itu adalah terus meng-upgrade hal-hal positif menjadi kekuatan kemajuan. Mengubah potensi menjadi aksi nyata bagi kemajuan pesantren kita,” tutur Muhaimin.
- Penulis: Bobby Suryo




