Prabowo Hadiri Penutupan Muktamar NU ke-23 di Jombang
- account_circle Bobby Suryo
- calendar_month Senin, 31 Agt 2026 10:18 WIB
- visibility 15
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Hasanah.id – Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke Jawa Timur, Senin (31/8/2026), untuk menghadiri penutupan Muktamar ke-23 Nahdlatul Ulama (NU) yang berlangsung di Kabupaten Jombang.
Presiden bersama rombongan terbatas dijadwalkan mendarat di Bandara Internasional Juanda, Kabupaten Sidoarjo, sekitar pukul 09.30 WIB. Dari bandara, Kepala Negara kemudian melanjutkan perjalanan menuju Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, lokasi agenda penutupan Muktamar NU.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kehadiran Presiden dalam forum permusyawaratan terbesar organisasi Islam Nahdlatul Ulama. Sebelumnya, Prabowo juga hadir untuk membuka Muktamar NU ke-23 pada Jumat (27/8/2026).
Dalam kesempatan pembukaan tersebut, Prabowo menegaskan pentingnya menghargai sejarah serta peran para ulama dalam perjalanan berdirinya bangsa Indonesia. Menurutnya, NU memiliki catatan panjang dalam perjuangan kemerdekaan dan pembangunan bangsa.
“Ini kehormatan besar bagi saya. Nahdlatul Ulama adalah institusi yang bersejarah yang sangat besar jasanya dalam perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia,” ujar Prabowo.
Presiden juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk tidak melupakan kontribusi para ulama. Ia menggunakan istilah yang terinspirasi dari pesan Presiden pertama RI Soekarno, yakni “Jas Merah” atau jangan sekali-kali melupakan sejarah.
Namun, Prabowo menyampaikan istilah tersebut dengan penekanan khusus terhadap jasa ulama.
“Kalau Bung Karno mengatakan Jas Merah, jangan sekali-sekali melupakan sejarah. Saya ingin menyampaikan Jas Ijo, jangan sekali-kali melupakan jasa ulama,” katanya.
Prabowo menilai NU bersama Muhammadiyah merupakan bagian penting dari kekuatan masyarakat Indonesia. Kedua organisasi tersebut, menurutnya, memiliki kontribusi besar dalam kehidupan sosial, keagamaan, kebangsaan hingga perjalanan politik nasional.
Presiden juga mengakui dukungan yang diberikan berbagai elemen masyarakat, termasuk NU dan Muhammadiyah, dalam perjalanan politiknya hingga dirinya dipercaya menjadi Presiden Republik Indonesia.
Dalam kunjungan ke Jawa Timur tersebut, Prabowo didampingi sejumlah menteri dan pejabat negara. Mereka antara lain Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Kehadiran Presiden pada penutupan Muktamar ke-23 NU sekaligus memperlihatkan eratnya hubungan antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan keagamaan dalam menjaga persatuan serta memperkuat kehidupan kebangsaan.
- Penulis: Bobby Suryo




