Breaking News
Trending Tags

Jokowi Tegaskan Injak Kepala Kerbau Ritual Adat, Pilih Kerja Sama Bukan Konflik PDIP

  • account_circle khasanah
  • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026 11:15 WIB
  • visibility 104
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Hasanah.id – Pengamat komunikasi politik M. Jamiluddin Ritonga menyatakan bahwa Jokowi menginjak kepala kerbau merupakan elemen ritual dalam tradisi Lampung.

Menurut Jamiluddin, kepala dan tanduk kerbau dianggap sakral, melambangkan kemakmuran, kekuatan, status sosial, dan penghormatan kepada leluhur, sehingga Jokowi menginjak kepala kerbau dimaknai sebagai bagian prosesi adat.

Proses ini, kata dia, berfungsi memberi legitimasi bagi penerima gelar adat dan bertujuan menghapus sifat buruk serta menegaskan kesiapan mengayomi warga di bawah payung adat ketika Jokowi menginjak kepala kerbau.

Ritonga menegaskan bahwa langkah tersebut mengikuti tahapan adat Lampung yang memiliki aturan tersendiri.

Ia mengingatkan agar publik memahami konteks budaya sebelum menafsirkan tindakan secara politik.

Menurutnya, menyamakan ritual adat dengan perseteruan partai adalah kesalahan tafsir.

Ia menolak anggapan bahwa ada niat membuka konflik terbuka dengan PDIP.

Ritonga menjelaskan kepala dan tanduk kerbau memiliki simbolisme pemurnian dan legitimasi untuk penyandang gelar.

Dalam tradisi ini, elemen simbolik digunakan untuk menandai tanggung jawab serta kewibawaan adat.

Penggunaan kepala kerbau dalam pemberian gelar adalah praktik yang dijalankan berdasarkan naskah dan kebiasaan adat setempat.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

Avatar of khasanah

Penulis

jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.

expand_less