Garuda Kalah di London, Persiapkan Langkah Lanjutan

Garuda Kalah di London, Persiapkan Langkah Lanjutan

Garuda Indonesia kalah di London
Garuda Indonesia/cbncindonesia

Hasanah.id, Jakarta – PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) diputus kalah dalam kasus gugatan pembayaran uang sewa pesawat di Pengadilan Arbitrase Internasional London (LCIA). Dengan begitu, perusahaan pelat merah ini harus membayar seluruh kewajibannya.

Putusan arbitrase tersebut merupakan tindak lanjut dari gugatan lessor pesawat Helice Leasing S.A.S dan Atterisage S.A.S (Goshawk) terkait dengan kewajiban pembayaran sewa pesawat perseroan Garuda yang diajukan kepada LCIA pada awal tahun 2021.

Kasus ini bermula pada tanggal 27 Maret 2020 ketika salah satu lessor Garuda yaitu Helice Leasing S.A.S (Helice) mengajukan permohonan kepada Pengadilan Belanda untuk melakukan sita jaminan atas dana yang ada pada rekening perusahaan di Amsterdam dan telah dikabulkan oleh Pengadilan Belanda.

Menyikapi keputusan tersebut, Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengaku akan melakukan koordinasi dengan kuasa hukum yang telah ditunjuk untuk mempertimbangkan langkah yang dapat dilakukan oleh perseroan.

“Atas putusan arbitrase tersebut, saat ini Garuda Indonesia juga terus menjalin komunikasi intensif dengan Goshawk guna menjajaki kesepakatan terbaik dalam upaya penyelesaian kewajiban usaha perseroan diluar proses hukum yang telah berlangsung,” ujarnya Jumat (10/9/2021).

Salah satu upaya yang dilakukan adalah mempertimbangkan kemungkinan penjajakan skema restrukturisasi maupun strategi alternatif penunjang lainnya.

“Melalui komunikasi yang sejauh ini telah terjalin dengan baik tentunya Garuda cukup optismistis penjajakan yang kami lakukan tersebut dapat menghasilkan kesepakatan terbaik bagi seluruh pihak khususnya dengan memperhatikan aspek keberlangsungan usaha di tengah tekanan kinerja industri penerbangan di masa pandemi ini.”

“Adapun sejalan dengan adanya putusan LCIA tersebut, Perseroan memastikan bahwa seluruh aspek kegiatan operasional penerbangan akan tetap berlangsung dengan normal, dimana Garuda Indonesia berkomitmen untuk senantiasa mengoptimalkan ketersediaan layanan penerbangan yang aman, nyaman dan sehat bagi seluruh penumpang Garuda Indonesia melalui penerapan protokol kesehatan pada seluruh lini operasionalnya,” tutup Irfan.

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan kementerian juga meminta perusahaan memetakan dampak hal tersebut kepada operasional perusahaan.

“Kami sedang minta Garuda mempelajari kasus tersebut dan langkah apa yang dilakukan,” kata Arya dalam keterangannya, Kamis (9/9/2021).

Total
6
Shares
Related Posts