Breaking News
Trending Tags
Beranda » Internasional » Gempa Kuat Magnitudo 6,6 Guncang Lae, Papua Nugini, Warga Berhamburan Keluar Stadion

Gempa Kuat Magnitudo 6,6 Guncang Lae, Papua Nugini, Warga Berhamburan Keluar Stadion

  • account_circle Bobby Suryo
  • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
  • visibility 48
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Hasanah.id – Guncangan gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,6 menggoyang Kota Lae, Papua Nugini, pada Selasa (7/10/2025) malam. Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) melaporkan, pusat gempa berada sekitar 26 kilometer dari Lae, kawasan dengan populasi lebih dari 76.000 jiwa.

Guncangan tersebut menyebabkan kepanikan di antara warga yang tengah menghadiri acara di sebuah stadion. Banyak di antara mereka langsung berhamburan keluar setelah mendengar suara gemuruh keras yang mendahului getaran.

Hingga kini belum ada keterangan resmi mengenai kerusakan atau korban jiwa. Getaran gempa juga dirasakan hingga ke Port Moresby, ibu kota Papua Nugini.

Pejabat pemerintah Papua Nugini, Malum Nalu, yang berada di lokasi kejadian, menceritakan suasana mencekam sesaat setelah gempa mengguncang.

“Tiba-tiba terdengar suara seperti pesawat melintas sangat dekat, kemudian tanah berguncang cukup lama. Orang-orang mulai menjerit dan berlarian ke arah pintu keluar,” tuturnya.

Ia menyebut, wakil perdana menteri yang juga hadir di stadion sempat menenangkan warga agar tidak panik.

Sementara itu, petugas kepolisian Lae, Mildred Ongige, mengatakan gempa kali ini terasa sangat kuat. Namun, hingga kini belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan maupun korban luka.

USGS mencatat gempa terjadi di kedalaman sekitar 99 kilometer dan tidak memicu potensi tsunami. Pemerintah Papua Nugini masih memantau perkembangan di lapangan dan mengimbau masyarakat tetap siaga menghadapi kemungkinan gempa susulan.

Papua Nugini termasuk wilayah dengan aktivitas seismik tinggi. Tahun lalu, gempa bermagnitudo 6,7 di East Sepik sempat menewaskan tiga orang dan merusak lebih dari seribu rumah.

  • Penulis: Bobby Suryo
expand_less