Hasanah.id– Hari pohon bukan seremoni saja untuk merayakan tapi harus konfrehensif. Ada animo masyarakat yang peduli terhadap pohon. Regulasi yang selalu menghambat penanaman pohon harus dipangkas karena KPI merupakan mitra strategis terhadap para stakeholder mengenai pohon diantaranya menanam, merawat dan menjaga fungsi pohon.
21 November diperingati hari pohon sedunia yang merupakan momentum untuk mengingatkan kita betapa pentingnya peranan dan fungsi pohon bagi kehidupan makhluk hidup khususnya manusia.
Ketua Komunitas Pohon Indonesia (KPI) Jawa Barat Agus Soemanagara menyebutkan faktanya sungguh ironis, contoh kasus yang terjadi sekarang ini di DKI,dimana banyaknya pohon pohon di tebang oleh pemangku kepentingan dengan anggaran APBD, hal ini mencerminkan pelanggaran.
“Berkacamata di singapura tidak ada penebangan tetapi di pindahkan atau direduksi jika tidak bermanfaat dengan teknologi,”ujarnya.
Disinggung kondisi saat ini di Jawa Barat, Agus menjelaskan secara keseluruhan jika gunung-gunung sudah gundul seperti yang sudah di tinjau ke lapangan gunung Wayang sampai ke Bekasi saat ini banyaknya sampah, buruknya kualitas air dan hutan gundul. Hal ini menggambarkan masyarakat kurang peduli terhadap hutan.