Hasto dan Djarot Buktikan Dana Desa Berdayakan Kaum Ibu
- account_circle hasanah editor
- calendar_month Senin, 17 Des 2018
- visibility 490
- comment 0 komentar
- print Cetak

Hasto dan Djarot Buktikan Dana Desa Berdayakan Kaum Ibu
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sekjen PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto dan mantan calon gubernur Sumatera Utara (Sumut) Djarot Saiful Hidayat membuktikan bahwa Dana Desa benar-benar dirasakan oleh masyarakat, khususnya kalangan emak-emak.
Di sela Safari Politik Kebangsaan III menyusuri Sumut, Minggu (16/12), Hasto dan Djarot menyempatkan diri berkunjung ke Kedai Kreasi Omak, di Kisaran, ibu kota Kabupaten Asahan, Sumut.
Kedai itu dimiliki oleh Evi. Di dalamnya dipajang sejumlah produk hasil kerajinan seperti ulos, keripik kulit pisang, pisang sale, tudung saji, dan berbagai pernak pernik buatan tangan.
Produsennya adalah para ibu dan remaja putri dari belasan desa di kabupaten itu. Mereka dididik di setiap desa maupun kecamatan. Proses pendidikannya menggunakan Dana Desa.
“Ini bagian dari one village one product (satu desa satu produk). Yang mengerjakan ibu-ibu dan remaja,” kata Nora, salah seorang pendamping program itu.
Nora mengatakan, hampir setiap hari ada belasan ibu yang datang ikut pelatihan. Tujuannya, memberdayakan ibu rumah tangga agar produktif, sehingga membantu suami mencari rejeki. “Lumayan. Kalau rajin berproduksi, sehari bisa dapat Rp 50.000. Lumayan menambah belanja rumah,” ujar Nora.
Sejauh ini, produk para ibu dijual ke tamu yang datang ke Kisaran, dan sebagian lagi melalui penjualan online. “Alhamdulilah semua suka pada produk kami,” imbuhnya.
Hasto dan Djarot mendengar semua penjelasan itu. Keduanya membuka beberapa ulos. Dielus-elusnya kain halus itu. “Ini nih ulos dari Asahan,” kata Hasto.
- Penulis: hasanah editor



