Breaking News
Trending Tags

Polri Amankan Ratusan WNA Terkait Judol di Perkantoran Hayam Wuruk, Jaringan Internasional Terbongkar!

  • account_circle MFC Team
  • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026 11:28 WIB
  • visibility 245
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Hasanah.id – Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Polri) melalui jajaran Bareskrim melakukan tindakan tegas dengan menggerebek sebuah markas besar perjudian daring. Dalam operasi besar-besaran tersebut, Polri amankan ratusan WNA terkait judol di Perkantoran Hayam Wuruk, Jakarta Pusat. Langkah ini merupakan komitmen serius institusi kepolisian dalam memberantas praktik judi online yang semakin meresahkan masyarakat dan merusak tatanan ekonomi nasional.

Penggerebekan yang dilakukan pada Sabtu (9/5/2026) ini menyasar salah satu gedung perkantoran di kawasan strategis Hayam Wuruk. Fakta bahwa Polri amankan ratusan WNA terkait judol di Perkantoran Hayam Wuruk mengejutkan publik, lantaran para pelaku memanfaatkan gedung komersial di jantung kota sebagai kedok operasional. Sejak Sabtu pagi, area gedung tersebut telah dijaga ketat oleh personel Brimob bersenjata lengkap guna memastikan proses penyidikan dan pengamanan barang bukti berjalan tanpa hambatan.

Berdasarkan data awal yang dihimpun, alasan Polri amankan ratusan WNA terkait judol di Perkantoran Hayam Wuruk adalah dugaan kuat keterlibatan mereka dalam sindikat lintas negara. Para Warga Negara Asing (WNA) yang diamankan berasal dari berbagai negara di Asia, antara lain China, Thailand, Vietnam, Malaysia, Myanmar, hingga Korea. Mereka diduga berperan sebagai operator, teknisi IT, hingga administrator dalam mengelola situs judi online berskala internasional yang menargetkan pasar Indonesia.

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Anggoro, mengonfirmasi bahwa tindakan Polri amankan ratusan WNA terkait judol di Perkantoran Hayam Wuruk merupakan hasil dari penyelidikan mendalam (cyber surveillance) terhadap aktivitas transaksi mencurigakan. Di lokasi kejadian, polisi juga menemukan fakta bahwa para pelaku menyewa dua lantai sekaligus untuk menjalankan bisnis ilegal ini. Hal ini menunjukkan betapa rapi dan terorganisirnya manajemen sindikat tersebut dalam menjalankan aksinya.

Selain menangkap para pelaku, operasi Polri amankan ratusan WNA terkait judol di Perkantoran Hayam Wuruk juga berhasil menyita sejumlah barang bukti krusial. Ratusan unit komputer, laptop generasi terbaru, telepon genggam, brankas berisi uang tunai, hingga server website judi online diamankan oleh petugas. Barang bukti tersebut kini tengah dalam proses identifikasi oleh tim Laboratorium Forensik Digital guna menelusuri aliran dana dan jaringan besar di belakangnya yang diduga memiliki nilai transaksi fantastis.

Keberhasilan Polri amankan ratusan WNA terkait judol di Perkantoran Hayam Wuruk tidak hanya menghentikan operasional satu situs, tetapi juga membongkar modus penipuan online (online scam) yang seringkali berjalan beriringan dengan judi online. Polisi mensinyalir bahwa selain menjalankan judi, para WNA ini juga terlibat dalam sindikat pemerasan dan penipuan daring yang kerap merugikan warga negara mereka sendiri maupun warga lokal Indonesia melalui berbagai skema investasi bodong.

Situasi di lokasi saat Polri amankan ratusan WNA terkait judol di Perkantoran Hayam Wuruk tampak sangat kontras dengan hiruk-pikuk aktivitas bisnis di sekitarnya. Puluhan anggota Brimob terlihat berjaga di depan pintu masuk gedung berfasad kaca tersebut, sementara bus-bus polisi disiapkan untuk mengangkut para terduga pelaku menuju Gedung Bareskrim untuk pemeriksaan lebih lanjut. Penjagaan ketat ini sengaja dilakukan untuk mengantisipasi adanya provokasi atau upaya pelarian dari para tersangka yang memiliki jumlah sangat banyak.

Dampak dari langkah Polri amankan ratusan WNA terkait judol di Perkantoran Hayam Wuruk ini diharapkan memberikan efek jera bagi para pelaku kejahatan siber internasional yang mencoba menjadikan Indonesia sebagai basis operasi mereka. Masyarakat pun dihimbau untuk tetap waspada terhadap tawaran-tawaran mencurigakan melalui media sosial atau pesan singkat yang mengarah pada aktivitas judi daring. Kerjasama antara kepolisian dan masyarakat menjadi kunci utama dalam memutus mata rantai perjudian yang kian canggih teknologinya.

Hingga berita ini diturunkan, proses rilis resmi pasca Polri amankan ratusan WNA terkait judol di Perkantoran Hayam Wuruk sedang dipersiapkan oleh Direktorat Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri. Polisi berjanji akan membeberkan secara detail mengenai struktur organisasi sindikat ini, termasuk siapa dalang utama di balik penyewaan gedung dan bagaimana proses masuknya ratusan WNA tersebut ke Indonesia secara ilegal maupun menyalahgunakan izin tinggal.

Tragedi kejahatan siber ini, di mana Polri amankan ratusan WNA terkait judol di Perkantoran Hayam Wuruk, menjadi peringatan bagi pengelola gedung perkantoran untuk lebih selektif dalam menyewakan properti mereka. Pengawasan terhadap aktivitas penyewa harus ditingkatkan guna mencegah penggunaan fasilitas publik untuk kegiatan yang melanggar hukum. Langkah tegas Polri ini mendapat apresiasi luas dari berbagai kalangan yang berharap Indonesia bersih dari segala bentuk perjudian, baik konvensional maupun digital.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

  • Penulis: MFC Team
expand_less