Breaking News
Trending Tags

IHSG 6 Februari 2026 Anjlok ke Bawah 8.000, Tekanan Terjadi di Semua Sektor

  • account_circle Bobby Suryo
  • calendar_month 8 jam yang lalu
  • visibility 22
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Hasanah.id – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali berada di zona merah pada perdagangan Jumat (6/2/2026). Pelemahan indeks sejalan dengan koreksi yang terjadi di Wall Street serta bursa saham Asia Pasifik. Sentimen negatif juga datang dari laporan terbaru Moody’s yang mempertahankan peringkat utang Indonesia di level Baa2, namun menurunkan outlook dari stabil menjadi negatif.

Berdasarkan data RTI, IHSG dibuka melemah tajam dengan penurunan 158,83 poin. Indeks sempat tertekan hingga 2,39 persen. Hingga pukul 09.12 WIB, IHSG tercatat turun 1,33 persen dan berada di level 7.998. Sementara itu, indeks LQ45 ikut terkoreksi 1,09 persen ke posisi 820. Seluruh indeks acuan terpantau bergerak negatif.

Pada awal perdagangan, IHSG sempat menyentuh level tertinggi 8.000,23 dan terendah di 7.888,18. Tekanan datang dari mayoritas saham, dengan 520 saham mengalami penurunan, 91 saham menguat, dan 90 saham stagnan.

Aktivitas transaksi tercatat cukup ramai dengan total frekuensi perdagangan mencapai 390.831 kali. Volume transaksi menyentuh 7,2 miliar saham, sementara nilai transaksi harian tercatat sekitar Rp 3,5 triliun.

Tekanan merata terjadi di seluruh sektor. Sektor consumer siklikal menjadi yang paling tertekan dengan penurunan 2,98 persen. Sektor energi turun 1,65 persen, basic materials melemah 2,33 persen, dan sektor industri terkoreksi 1,83 persen.

Sektor consumer nonsiklikal ikut turun 0,80 persen, sektor kesehatan melemah 0,31 persen, sektor keuangan turun 0,93 persen, dan sektor properti terperosok 1,09 persen. Adapun sektor teknologi turun 0,62 persen, sektor infrastruktur melemah 1,31 persen, serta sektor transportasi turun 1,09 persen.

Menjelang akhir pekan, saham VKTR mengalami tekanan cukup dalam dengan penurunan 4,73 persen ke level Rp 805 per saham. Saham ini dibuka turun ke Rp 770 dari penutupan sebelumnya di Rp 845. Sepanjang perdagangan, VKTR bergerak di rentang Rp 760 hingga Rp 825 per saham. Frekuensi transaksi tercatat 3.242 kali dengan volume 251.202 saham dan nilai transaksi Rp 19,9 miliar.

Di sisi lain, saham PPRE mencatat penguatan signifikan sebesar 7,34 persen ke posisi Rp 232 per saham. Saham ini dibuka stagnan di level Rp 218 dan bergerak di kisaran Rp 200 hingga Rp 240. Total frekuensi perdagangan mencapai 20.368 kali dengan volume 3.075.190 saham dan nilai transaksi Rp 70,4 miliar.

Saham BBCA turut melemah 0,64 persen ke level Rp 7.750 per saham. BBCA dibuka turun 100 poin di Rp 7.700 dan bergerak pada rentang Rp 7.600 hingga Rp 7.750. Frekuensi transaksi tercatat 10.672 kali dengan volume 494.188 saham serta nilai transaksi Rp 379,6 miliar.

Sementara itu, saham ANTM turun 1,31 persen ke posisi Rp 3.750 per saham. Saham ini dibuka di Rp 3.730 dari penutupan sebelumnya Rp 3.810. Sepanjang sesi, ANTM bergerak di kisaran Rp 3.680 hingga Rp 3.770. Total transaksi tercatat 12.496 kali dengan volume 465.373 saham dan nilai Rp 173,5 miliar.

  • Penulis: Bobby Suryo
expand_less