IHSG Melemah Usai Peluncuran BPI Danantara, Investor Masih Wait and See
- account_circle Hasanah 012
- calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
- visibility 106
- comment 0 komentar
- print Cetak

Tangkapan foto Presiden RI Prabowo Subianto. (Sumber: Siaran langsung YouTube Sekretariat Negara)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
HASANAH.ID, NASIONAL – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan setelah pemerintah meluncurkan Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara). Pada perdagangan Selasa (25/2/2025), IHSG ditutup di zona merah, melanjutkan tren pelemahan yang juga terjadi sehari sebelumnya.
Penasihat Khusus Presiden Bambang Brodjonegoro menilai penurunan ini menunjukkan sikap investor yang masih menunggu kepastian terkait dampak kehadiran Danantara terhadap kinerja perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Menurutnya, pasar cenderung bersikap hati-hati sebelum ada kejelasan mengenai efek dari badan investasi tersebut.
“Perilaku pasar memang sering wait and see. Mereka ingin kepastian apakah kehadiran Danantara akan membuat kinerja BUMN semakin baik,” ujar Bambang saat ditemui di Sopo Del Tower, Jakarta, Selasa (25/2/2025).
Selain itu, ia mengungkapkan kekhawatiran investor terhadap potensi penurunan dividen dari perusahaan BUMN yang selama ini dikenal memberikan dividen besar. Namun, Bambang menegaskan bahwa kepentingan investor tetap menjadi perhatian utama.
“Saya melihat ada mispersepsi, misalnya kekhawatiran bahwa perusahaan BUMN yang biasanya memberikan dividen besar akan mengurangi jumlahnya. Padahal, saya yakin itu bukan bagian dari strategi,” katanya.
Menurutnya, perusahaan BUMN yang telah melantai di bursa akan tetap memperhatikan kepentingan investor, termasuk investor minoritas.
Sebagai informasi, Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan BPI Danantara pada Senin (24/2/2025) di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. Badan ini akan mengelola aset negara dan BUMN senilai US$ 900 miliar atau sekitar Rp 14.715 triliun untuk mendukung investasi berdampak tinggi.
- Penulis: Hasanah 012



