Iis Turniasih Dorong Pemerintah Provinsi Jawa Barat Kejar Target RPJMD
- account_circle Unggung Rispurwo
- calendar_month Senin, 21 Nov 2022
- visibility 53
- comment 0 komentar
- print Cetak

Hj. Iis Turniasih, Anggota Komisi IV DPRD Jabar
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
HASANAH.ID – PURWAKARTA. Anggota Komisi IV DPRD Jabar Hj. Iis Turniasih mengungkapkan jika program Gubernur Jawa Barat, dinilai hanya pencitraan semata. Pasalnya, beberapa program unggulan tidak bisa mendongkrak pendapatan kas daerah bahkan tidak bisa menyerap anggaran.
Seperti program strategis pariwisata Jawa Barat yang dinilainya tidak signifikan dengan pertumbuhan ekonomi masyarakat Jawa Barat.
“Kita tidak melihat langkah strategis pemprov Jabar dalam mengembangkan potensi pariwisata Jawa Barat, dari sisi ekonomi belum signifikan,” ungkap Iis Turniasih saat dikonfirmasi, Senin, 21 November 2022.
Menurut Iis, pasca pandemi Covid-19 sektor pariwisata diharapkan akan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat jika ditunjang oleh sarana dan prasarana pendukung wisata khususnya yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.
“Banyak persoalan infrastruktur yang masih belum bisa dikerjakan sebagai sarana penunjang kegiatan pariwisata, sehingga menghambat laju pergerakan wisatawan sehingga berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat itu sendiri,” ujar legislator PDI Perjuangan asal Dapil X Jabar Kabupaten Purwakarta dan Karawang ini.
Iis menambahkan, jika dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2019 sendiri yang paling utama adalah membangun aksesibilitas destinasi wisata.
“Sudah jelas dalam RPJMD disebutkan jika membangun aksesibilitas destinasi wisata menjadi prioritas utama dalam upaya mengembangkan potensi wisata itu sendiri,” imbuhnya.
Banyak contoh konkrit belum terealisasinya pembangunan infrastruktur seperti di jalan Kolonel Masturi Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, dimana Pemerintah Desa Kertawangi telah berupaya membangun desanya menjadi desa wisata tetapi terhambat akibat jalan longsor yang tak kunjung diperbaiki.
“Sayang sekali, seperti yang dilakukan pemerintah desa yang telah berusaha mengembangkan potensi desanya menjadi desa wisata ternyata akses jalan provinsi masih terkendala akibat bencana longsor yang tak kunjung diperbaiki lebih dari dua tahun berjalan,” ujarnya.
Iis berharap, dalam sisa waktu berakhirnya kepemimpinan gubernur Jawa Barat ini ada langkah konkrit mengejar ketertinggalan capaian target yang menjadi komitmen politik gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat.
“Harapannya, pemprov Jabar mampu mengejar target yang ditetapkan, utamanya adalah bagaimana memaksimalkan potensi wisata mampu menjadi penggerak masyarakat dengan lebih baik,” tukasnya.(Uwo)***
- Penulis: Unggung Rispurwo
