Impor Mobil Listrik di Indonesia Bisa Mencederai Ekspor
- account_circle khasanah
- calendar_month Kamis, 25 Apr 2019
- visibility 324
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Untuk itu, kata Harjanto, jangan sampai Indonesia hanya dijadikan pasar mobil listrik impor saja. Untuk menstimulasi investasi di sektor mobil listrik, pemerintah tengah menyiapkan insentif berupa Tax Holiday untuk tiga komponen utama mobil listrik, yakni baterai, unit pengatur (control unit), dan motor elektrik.
“Kami juga menyiapkan Tax Decuction Reduction, besarannya 200 persen untuk pelatihan SDM dan 300 persen untuk R and D (riset dan pengembangan). Jadi diharapkan industri mobil listrik ini juga ikut berkembang, karena total ada 2 juta orang yang terlibat di dalam industri otomotif, belum termasuk servis,” kata Harjanto.
- Penulis: khasanah



