Trump Ancam Iran Akan Hadapi Tragedi Lebih Besar Jika Balas Serangan
- account_circle Hasanah 014
- calendar_month Senin, 23 Jun 2025 07:15 WIB
- visibility 107
- comment 0 komentar
- print Cetak

Tangkapan foto Donald Trump. (Sumber: ABC News)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
HASANAH.ID – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memuncak usai serangan udara yang dilakukan Washington terhadap fasilitas nuklir Iran. Pemerintah Iran pun merespons keras dengan menyatakan bahwa setiap warga dan militer AS kini menjadi sasaran.
Televisi pemerintah Iran menyampaikan bahwa seluruh warga negara Amerika Serikat (AS), termasuk personel militernya di kawasan tersebut, kini dianggap sebagai “target yang sah.” Pernyataan ini dikeluarkan menyusul serangan yang dilakukan militer AS ke beberapa situs nuklir di Iran pada Minggu (22/6).
Sebelum pernyataan tersebut muncul, Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, sempat mengingatkan Washington agar tidak terlibat langsung dalam konflik antara Iran dan Israel.
“Kerugian yang akan diderita AS pasti tidak akan dapat diperbaiki jika mereka memasuki konflik ini secara militer,” ujar Khamenei seperti dikutip Anadolu, Minggu (22/6).
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa negaranya telah mendukung Israel dalam operasi militer terhadap Iran. Ia menyampaikan hal tersebut melalui unggahan di platform Truth Social.
“Kami telah menyelesaikan serangan yang sangat sukses terhadap tiga situs nuklir di Iran, termasuk Fordo, Natanz, dan Esfahan,” tulis Trump pada Sabtu waktu setempat.
Sebagai langkah antisipasi, militer Israel meningkatkan status kewaspadaannya. Sejumlah kebijakan darurat pun diberlakukan, seperti penghentian kegiatan pendidikan, larangan berkumpul, serta penangguhan pekerjaan yang dianggap tidak penting.
Sementara itu, Trump mengeluarkan ancaman tegas kepada Iran agar tidak melakukan serangan balasan atas serangan AS ke situs-situs nuklir utama mereka. Ia memperingatkan bahwa konsekuensi dari serangan balasan tersebut akan jauh lebih parah.
“Iran, negara penindas di Timur Tengah, sekarang harus berdamai. Jika tidak, serangan di masa depan akan jauh lebih besar dan jauh lebih mudah,” kata Trump dalam pidatonya yang dikutip Anadolu.
Ia menambahkan bahwa operasi militer terhadap Fordo, Natanz, dan Isfahan merupakan aksi presisi yang sangat berhasil dan berhasil melumpuhkan fasilitas-fasilitas tersebut.
“Ini tidak bisa terus berlanjut. Akan ada perdamaian atau akan ada tragedi bagi Iran, jauh lebih besar dari yang telah kita saksikan selama delapan hari terakhir,” ujarnya.
- Penulis: Hasanah 014




