Breaking News
Trending Tags

Tarif Impor Dongkrak Anggaran Negara, AS Raup Rp 1.831 Triliun hingga Juni

  • account_circle Hasanah 014
  • calendar_month Minggu, 13 Jul 2025 01:07 WIB
  • visibility 114
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

HASANAH.ID – Pemerintah Amerika Serikat membukukan surplus anggaran sebesar US$ 27 miliar hingga akhir Juni 2025. Surplus ini terjadi menjelang diberlakukannya tarif resiprokal baru oleh Presiden Donald Trump yang dijadwalkan mulai berlaku pada 1 Agustus 2025.

Capaian tersebut didorong oleh lonjakan setoran dari sektor bea masuk yang untuk pertama kalinya menembus angka US$ 100 miliar. Kenaikan ini menunjukkan dampak langsung kebijakan tarif terhadap penerimaan negara.

Data dari Departemen Keuangan AS mencatat bahwa pendapatan dari bea cukai pada bulan Juni meningkat empat kali lipat dibandingkan periode sebelumnya. Penerimaan bruto dari tarif tercatat sebesar US$ 27,2 miliar, dan sebesar US$ 26,6 miliar secara neto setelah memperhitungkan restitusi.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent dalam unggahannya di platform X menyebut bahwa data anggaran Juni menandakan arah kebijakan Presiden Trump telah membuahkan hasil.

“Selagi Presiden Trump bekerja keras untuk merebut kembali kedaulatan ekonomi bangsa kita, Laporan Keuangan Bulanan hari ini menunjukkan rekor bea cukai – dan tanpa inflasi!” ujar Bessent, dikutip dari Reuters, Sabtu (12/7/2025).

Departemen Keuangan memperkirakan bahwa total pendapatan dari tarif perdagangan bisa mencapai US$ 300 miliar sepanjang 2025.

Selama sembilan bulan pertama tahun fiskal 2025, penerimaan dari bea cukai mencapai rekor US$ 113,3 miliar secara bruto atau sekitar Rp 1.831 triliun dan sebesar US$ 108 miliar secara neto. Nilai tersebut hampir dua kali lipat dari pendapatan pada periode yang sama tahun lalu.

Dengan angka tersebut, tarif kini menjadi sumber penerimaan keempat terbesar bagi pemerintah federal setelah pajak penghasilan pribadi sebesar US$ 2.683 triliun dan pajak perusahaan sebesar US$ 392 miliar.

Kontribusi tarif terhadap total pendapatan federal juga meningkat dua kali lipat dalam waktu sekitar empat bulan, dari sekitar 2 persen secara historis menjadi 5 persen.

Surplus anggaran pada Juni 2025 menjadi kebalikan dari defisit sebesar US$ 71 miliar yang tercatat pada Juni 2024. Tambahan pendapatan dari tarif mendorong total penerimaan bulan Juni menjadi US$ 526 miliar, meningkat 13 persen atau sekitar US$ 60 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, belanja pemerintah turun 7 persen atau sekitar US$ 38 miliar menjadi US$ 499 miliar pada bulan tersebut.

Meskipun begitu, setelah disesuaikan dengan perubahan waktu sejumlah pembayaran dan distribusi anggaran, anggaran Amerika Serikat tetap berpotensi mengalami defisit sebesar US$ 70 miliar pada Juni, meski jauh lebih rendah dibandingkan defisit yang disesuaikan tahun lalu sebesar US$ 143 miliar.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

  • Penulis: Hasanah 014
expand_less