Breaking News
Trending Tags

Netanyahu Akui Israel Semakin Terisolasi, Tuding China dan Qatar Sebagai Biang Keladi

  • account_circle Bobby Suryo
  • calendar_month Kamis, 18 Sep 2025 11:58 WIB
  • visibility 219
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pernyataan tersebut mencerminkan kesadaran akan tekanan global yang meningkat, terutama dari lembaga internasional dan negara-negara Barat yang mengkritik keras operasi militer Israel di Gaza, termasuk rencana ofensif ke wilayah Kota Gaza yang dinilai berisiko memperburuk krisis kemanusiaan.

Beberapa negara Eropa seperti Prancis, Inggris, Belanda, Italia, dan Spanyol telah mulai menerapkan embargo senjata—baik sebagian maupun total—terhadap Israel. Di sisi lain, Amerika Serikat tetap menjadi sekutu utama Israel dan belum mengambil langkah serupa, meskipun sempat menunda pengiriman senjata berat selama masa pemerintahan Joe Biden. Penundaan itu kemudian dibatalkan setelah Donald Trump kembali menjabat sebagai Presiden.

Dalam pernyataannya, Netanyahu menuduh dua negara, Qatar dan China, sebagai dalang di balik isolasi diplomatik yang kini menimpa Israel. Ia menuding kedua negara itu aktif menyebarkan narasi anti-Israel melalui media sosial, khususnya yang menyasar audiens di Barat dan Amerika Serikat.

“Pertama ada China, lalu Qatar. Mereka mengatur serangan informasi terhadap Israel melalui media sosial. Kita akan melawannya dengan cara kita sendiri,” ucap Netanyahu.

Meski menghadapi tekanan dari Eropa, Netanyahu menegaskan bahwa dukungan dari AS dan sejumlah negara lainnya tetap solid. Namun ia mengakui bahwa tantangan besar kini datang dari Eropa Barat, yang menurutnya perlu didekati secara diplomatik untuk mengakhiri isolasi.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

  • Penulis: Bobby Suryo
expand_less