Fakta Baru soal Warga Palestina yang Tiba di Afrika Selatan
- account_circle Bobby Suryo
- calendar_month Rabu, 19 Nov 2025 15:36 WIB
- visibility 321
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Masalah mulai terasa ketika mereka tiba di Afsel dan petugas menanyakan asal keberangkatan, karena paspor tidak diberi stempel resmi Israel. Founder Gift of the Givers, Imtiaz Sooliman, menyebut hal ini kemungkinan dilakukan untuk menyulitkan para pengungsi di negara tujuan.
Gift of the Givers menyampaikan bahwa mereka akan membantu kebutuhan para warga Palestina selama satu hingga dua minggu pertama. Setelah itu, masing-masing diminta mandiri.
Menariknya, banyak di antara mereka sudah memiliki rencana untuk melanjutkan perjalanan ke negara lain, termasuk Indonesia, Malaysia, atau Australia. Sekitar 30% penumpang dilaporkan meninggalkan Afsel dalam 1–2 hari pertama. Menurut otoritas Afsel, dari 153 orang yang tiba, 23 telah dipindahkan ke negara lain, sementara 130 memilih tinggal.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang, menegaskan bahwa Indonesia tidak pernah memfasilitasi kedatangan warga Gaza ke Indonesia. Indonesia juga menolak seluruh bentuk pemindahan paksa warga Palestina, karena melanggar hukum internasional serta bertentangan dengan prinsip two-state solution.
Sejumlah organisasi kemanusiaan kini disebut tengah menyiapkan dukungan untuk para warga Palestina yang berada di Afsel.
- Penulis: Bobby Suryo




