Raja Charles III ubah gelar Pembela Iman dalam laporan resmi
- account_circle khasanah
- calendar_month Selasa, 30 Jun 2026 23:37 WIB
- visibility 96
- comment 0 komentar
- print Cetak

Raja Charles Mencabut Gelar Pembela Iman, Memanas Ketegangan Diplomatik Dan Pasar!
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Istana Buckingham resmi mengganti kata-kata yang menjelaskan peran Raja Charles III dalam laporan hibah kerajaan 2025-2026, sebuah perubahan gelar resmi yang mengalihkan fokus dari istilah tradisional menuju pernyataan yang lebih inklusif tentang perlindungan bagi berbagai agama di Inggris.
Teks terbaru menyatakan bahwa “Yang Mulia adalah Gubernur Tertinggi Gereja Inggris dan melindungi ruang bagi Iman di dalam negara yang multireligius”, menggantikan frasa sebelumnya yang menyebut Raja sebagai “Kepala Gereja Inggris dan Pembela Iman”.
Langkah ini menandai sebuah perubahan gelar resmi yang diartikan banyak pihak sebagai respons terhadap kenyataan sosial Inggris yang semakin plural dan beragam secara keyakinan.
Sejarah julukan “Pembela Iman” sendiri berakar kuat; gelar itu pertama kali dianugerahkan oleh Paus Leo X kepada Henry VIII pada 1521 sebagai pengakuan atas penentangannya terhadap Reformasi Martin Luther.
Sebelumnya, sebagai Pangeran Wales pada 1994, Charles pernah menyampaikan preferensi untuk dilihat sebagai “pembela iman” yang mewakili seluruh keyakinan, bukan hanya penjaga satu tradisi keagamaan tertentu.
Pada upacara penobatannya tahun 2023 Raja Charles III tidak mengubah sumpah yang berkaitan dengan Gereja Inggris, namun pengantar sumpah tersebut menyoroti upaya untuk menciptakan lingkungan di mana penganut berbagai agama dapat menjalankan keyakinan mereka secara bebas.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




