Breaking News
Trending Tags

Eric Legras kata gelombang panas tekan produksi pangan UE

  • account_circle khasanah
  • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026 09:43 WIB
  • visibility 21
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Para peternak memperingatkan potensi defisit pakan menjelang musim dingin yang bisa memperpanjang tekanan pada sektor peternakan.

Di Italia utara, Coldiretti melaporkan beberapa sawah “benar-benar mati” akibat kekurangan air sehingga tanaman padi mengering dan lahan mengalami kerusakan parah.

Petani di Spanyol juga melaporkan penurunan hasil serealia yang signifikan serta defisit pakan ternak, yang meningkatkan kebutuhan impor bahan baku pakan.

Di Polandia, analis bisnis memperingatkan bahwa kekeringan berkepanjangan berpotensi memaksa peningkatan ketergantungan impor makanan, termasuk biji-bijian, sehingga pembuat kebijakan mulai membahas langkah mitigasi.

Asosiasi Petani Jerman memperkirakan produksi biji-bijian turun sekitar 7 persen, setara 3,3 juta ton, dengan beberapa daerah selatan berisiko gagal panen total.

Analis dari Zurich Insurance Group dan sejumlah bank Eropa memperkirakan dampak ekonomi gelombang panas musim panas ini mencapai antara 50 miliar euro hingga 180 miliar euro bagi Uni Eropa.

Copernicus memperingatkan bahwa kelanjutan gelombang panas sampai akhir musim panas dapat memperburuk gangguan pada logistik pangan dan menekan keterjangkauan makanan secara luas.

Pakar iklim dan organisasi pertanian menekankan perlunya pemantauan intensif serta dukungan finansial bagi petani untuk mengurangi dampak jangka pendek.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

Avatar of khasanah

Penulis

jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.

expand_less