Samantha Burgess: Suhu laut global pecah rekor 21,1°C
- account_circle khasanah
- calendar_month Selasa, 25 Agt 2026 02:46 WIB
- visibility 16
- comment 0 komentar
- print Cetak

Suhu Permukaan Laut Tembus Rekor: Dampak pada Persaingan Rute Pelayaran Global 2023
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Frekuensi hari gelombang panas laut (marine heatwaves) global telah meningkat lebih dari tiga kali lipat sejak awal 1990-an, memperpendek waktu pemulihan habitat dan memperbesar tekanan ekologis.
Pemanasan jangka panjang juga memicu pemuaian termal yang berkontribusi terhadap kenaikan permukaan laut, memperburuk erosi pantai dan meningkatkan risiko banjir pesisir.
Ancaman langsung terlihat pada terumbu karang, padang lamun, serta produktivitas perikanan dan sektor akuakultur yang menjadi sumber penghidupan jutaan orang.
Pimpinan Strategis bidang iklim di Pusat Prakiraan Cuaca Jangka Menengah Eropa (ECMWF), Samantha Burgess, menegaskan, “Ini merupakan sinyal jelas bahwa lautan dunia berada di bawah tekanan yang semakin berat,” ujar Burgess pada Senin (24/8/2026).
Para pakar menyerukan peningkatan pemantauan, pengurangan emisi, dan langkah adaptasi yang lebih intensif untuk melindungi ekosistem kunci serta komunitas rentan.
Langkah yang direkomendasikan meliputi pengelolaan perikanan berkelanjutan, restorasi habitat pesisir, dan perencanaan wilayah pesisir yang menyesuaikan dengan kenaikan muka laut.
C3S dan lembaga cuaca internasional terus memantau suhu permukaan laut harian secara harian dan menyediakan analisis berkala untuk membantu pembuat kebijakan memahami implikasi jangka pendek dan panjang.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




