Li Qiang Tinjau Gyirong usai hampir 100 Warga China Hilang
- account_circle khasanah
- calendar_month Sabtu, 29 Agt 2026 05:32 WIB
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

100 Warga China Hilang: Ketegangan Diplomatik Meningkat dan Dampaknya pada Risiko Investasi
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Perdana Menteri Dewan Negara China Li Qiang meninjau langsung lokasi terdampak banjir bandang di Kabupaten Gyirong, Kota Shigatse, Tibet pada Kamis (27/8) untuk memimpin upaya tanggap darurat.
Li tiba atas perintah Presiden Xi Jinping dan kunjungannya dimaksudkan untuk mempercepat koordinasi pusat dalam menghadapi banjir bandang.
Dalam arahan singkatnya di lapangan, Li menekankan prioritas keselamatan jiwa dan pemulihan cepat infrastruktur setelah banjir bandang.
Ia menyempatkan diri menemui tim penyelamat serta pengungsi yang berada di lokasi penampungan sementara.
Instruksi yang disampaikan meliputi penguatan koordinasi antarinstansi dan percepatan evakuasi untuk mengurangi risiko korban tambahan.
Peristiwa banjir terjadi pada Rabu (26/8/2026) sekitar pukul 10.30 waktu setempat dan memicu longsor lumpur di wilayah dekat perbatasan China–Nepal.
Kementerian Luar Negeri China melaporkan hampir 100 warga negaranya dinyatakan hilang di kawasan terdampak di Nepal, dan kedutaan di Kathmandu sedang melakukan verifikasi lebih lanjut.
Juru bicara kementerian, Lin Jian, menyatakan pihak kedutaan telah mengeluarkan imbauan konsuler serta mengerahkan sumber daya untuk membantu pencarian dan evakuasi.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




