Peringati Hari Lingkungan Hidup, Aliansi OMBAK Desak Penanganan Darurat Lingkungan di Jawa Barat
- account_circle hasanah 006
- calendar_month Jumat, 7 Jun 2024 09:08 WIB
- visibility 275
- comment 0 komentar
- print Cetak

Peringati Hari Lingkungan Hidup, Aliansi OMBAK Desak Penanganan Darurat Lingkungan di Jawa Barat/Sumber: Istimewa
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Baca Juga: Waspada Ombak Pantai Selatan, 8 Orang Terseret
Laporan BPS tahun 2022 menunjukkan bahwa Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Jawa Barat berada di peringkat ketiga terendah di Indonesia.
Beberapa indikator penting seperti Indeks Kualitas Air dan Indeks Kualitas Udara menunjukkan penurunan kualitas lingkungan di Jawa Barat.
Konteks Cekungan Bandung
Kawasan Bandung Utara (KBU) mengalami perubahan bentang alam dan degradasi lahan yang tinggi, dengan alih fungsi kawasan yang merusak zona resapan air, zona konservasi, dan hutan lindung.
Demikian pula, Kawasan Bandung Selatan (KBS) menghadapi ancaman serius dari kegiatan komersial dan pembangunan infrastruktur yang tidak berkelanjutan.
Mangkraknya Program Jabar Resilience Culture Province

ALIANSI OMBAK/Sumber Foto: Istimewa
Program Jabar Resilience Culture Province (JRCP) yang diluncurkan oleh Gubernur Ridwan Kamil pada tahun 2020 untuk mengatasi potensi ancaman bencana di Jawa Barat ternyata tidak berjalan sesuai rencana.
Aliansi OMBAK mendesak pemerintah provinsi untuk segera menjalankan program ini secara transparan dan akuntabel.
Baca Juga: Tim Gabungan Susuri Pantai Selatan Cianjur Cari Nelayan Yang Hilang
Tuntutan Aliansi OMBAK Jawa Barat
- Aliansi OMBAK Jawa Barat mendesak pemerintah provinsi untuk:
- Menjalankan penegakan hukum dan sanksi tegas kepada pelaku perusak lingkungan tanpa pandang bulu.
- Melakukan transisi energi yang adil dan berkelanjutan.
- Memaksimalkan program Citarum Harum yang menyasar akar masalah lingkungan.
- Membuat Perda KBU dan Perda KBS untuk melindungi kawasan penyangga lingkungan.
- Menyampaikan pertanggungjawaban dan informasi transparan mengenai program JRCP.
- Melakukan restorasi lahan kritis dan melarang alih fungsi lahan di kawasan lindung.
- Melakukan reformasi perizinan dan pengawasan lingkungan secara akuntabel.
- Meningkatkan sinergitas antara pemerintah pusat dan daerah dalam pengelolaan lingkungan.
- Melibatkan masyarakat dalam upaya penanganan masalah lingkungan.
- Memberikan penghargaan kepada komunitas dan edukasi pengelolaan sampah secara nyata.
- Menolak penurunan status kawasan cagar alam menjadi taman wisata alam.
- Menyetujui perluasan kawasan konservasi seperti Taman Nasional Cikurai, Taman Nasional Malabar, dan Tahura Gunung Wayang.
Baca Juga: Anak Krakatau Menyusut, Nelayan Sempat Lihat Gunung Terbelah
Anggota Aliansi OMBAK Jawa Barat
Aliansi Orang Muda Bergerak (OMBAK) Jawa Barat terdiri dari berbagai organisasi seperti WALHI Jawa Barat, Sahabat WALHI (SAWA), FK3I Jawa Barat, PPM Nusantara, BEM Kema UNPAD, Mapala Bandung Raya, LBH Bandung, Lion Indonesia, PSDK Das Ciatrum, Lintas Peradaban UIN, Forum Akar, Forum Komunikasi Gunung Geulis, dan Bale Rancage. Hedjo Institut.
- Penulis: hasanah 006




