Kim Seon Ho Terseret Dugaan Penggelapan Pajak, Polanya Mirip Kasus Cha Eun Woo
- account_circle Friska Putri Aryananta
- calendar_month 8 jam yang lalu
- visibility 40
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Skema ini dicurigai sebagai praktik biaya tenaga kerja fiktif, yang kerap digunakan untuk mengurangi pajak melalui pencatatan pengeluaran perusahaan yang tidak mencerminkan aktivitas bisnis nyata.
Penggunaan Fasilitas Perusahaan untuk Kepentingan Pribadi
Tak hanya soal gaji, ayah Kim Seon Ho juga dilaporkan menggunakan kartu kredit perusahaan untuk kebutuhan pribadi. Selain itu, sebuah mobil mewah Genesis GV80 didaftarkan atas nama perusahaan dan dicatat sebagai aset operasional.
Karena perusahaan tersebut tidak memiliki lisensi profesional, menggunakan alamat rumah pribadi, serta minim aktivitas bisnis yang jelas, otoritas pajak disebut mencurigainya sebagai entitas yang hanya berfungsi sebagai sarana distribusi pendapatan.
Fantagio Terancam Terseret
Kesamaan pola dengan kasus Cha Eun Woo membuat Fantagio ikut berada di bawah pengawasan publik. Sebagai agensi yang menaungi kedua artis, Fantagio dinilai seharusnya memahami dan memantau struktur keuangan serta perpajakan kliennya.
Jika terbukti mengetahui atau bahkan terlibat dalam pengaturan tersebut, Fantagio berpotensi menghadapi konsekuensi serius, mengingat statusnya sebagai perusahaan publik yang wajib menjunjung transparansi dan kepatuhan akuntansi.
Kilas Balik Kasus Cha Eun Woo
Sebelumnya, Cha Eun Woo dijatuhi denda pajak sebesar US$ 15 juta atau sekitar Rp 251 miliar. Tak hanya itu, Fantagio juga diwajibkan membayar pajak tertunggak senilai US$ 6,1 juta atau setara Rp 102,3 miliar.
- Penulis: Friska Putri Aryananta



