Salah satunya, pembangunan embung Kiarapayung itu harus ditembok secara kokoh agar tidak longsor dan menggunakan pipa untuk disalurkan masyarakat sekitar.
Embung seluas 1.500 meter persegi itu menurut dia, memiliki daya tampung hingga 4.500 meter kubik air.
“Saya yakin air yang tertampung dalam embung itu, bisa memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Iis menambahkan, berdasarkan pada kepentingan masyarakat itu maka kata dia, Komisi IV DPRD Jabar mengapresiasi kelanjutan pembangunan embung Kiarapayung yang sempat tertunda ini.
Meski demikian, ada beberapa catatan yang harus diperhatikan oleh UPTD PSDA Wilayah Sungai Citarum ini, Catatan tersebut disebutkan, nantinya embung harus di turap agar tidak longsor dan penyaluran kepada masyarakat sekitar harus memakai pipanisasi.
“Saya menilai potensi dan tata letak Embung Kiarapayung yang sangat strategis karena memiliki mata air yang baik. Selain memiliki sumber air berkualitas juga berpotensi menjadi tempat wisata baru bisa menjadi salah satu potensi peningkatan ekonomi bagi masyarakat,” tukasnya.***