Komnas HAM Kecam Tindakan Polisi Usai Insiden Ojol Tewas Dilindas Rantis
- account_circle Hasanah 014
- calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
- visibility 46
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
HASANAH.ID – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyatakan kecaman keras terhadap tindakan represif aparat kepolisian ketika mengamankan aksi demonstrasi di sekitar Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Kamis (28/8/2025). Sorotan utamanya tertuju pada insiden kendaraan taktis (rantis) milik Brimob yang melindas seorang pengemudi ojek online di kawasan Pejompongan pada malam hari.
Ketua Komnas HAM, Anis Hidayah, menegaskan bahwa lembaganya mengecam keras insiden tersebut dan menilai pihak kepolisian harus bertanggung jawab.
“Komnas HAM mengecam kepada Kepolisian Republik Indonesia, terutama pihak-pihak terkait di mana satu peserta aksi ojek online terlindas mobil Brimob,” ujarnya.
Anis menambahkan, pihaknya akan mengirim tim untuk menelusuri informasi terkait dugaan kekerasan aparat terhadap massa aksi. Ia juga menekankan agar kepolisian mengoordinasikan seluruh personelnya agar tidak melanggar prinsip hak asasi manusia dalam setiap penanganan demonstrasi.
“Karena penyampaian pendapat di muka umum merupakan bagian dari hak asasi manusia yang dijamin di dalam konstitusi, undang-undang HAM, maupun instrumen HAM yang lainnya,” tegasnya.
Sementara itu, Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Asep Edi Suheri, menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya pengemudi ojol tersebut. Ia menuturkan bahwa pihak kepolisian merasa kehilangan dan berduka atas peristiwa yang terjadi.
“Hari ini kami sangat berduka sekali kehilangan saudara kita yang mana ada kejadian tadi sore,” jelasnya di RSCM, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025) malam.
Selain menyampaikan rasa duka, Asep juga mengutarakan permintaan maaf kepada keluarga korban. Ia memastikan telah bertemu dengan pihak keluarga langsung setelah insiden terjadi.
“Saya atas nama Polda Metro menyampaikan permohonan maaf mendalam dan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum dan kebenaran saya sudah bertemu dengan keluarga almarhum, dengan bapaknya,” ungkapnya.
Sebelumnya, beredar rekaman video amatir di media sosial yang memperlihatkan mobil rantis Brimob melaju kencang saat massa berhamburan. Dalam tayangan itu, kendaraan lapis baja tersebut tampak menabrak seorang pengemudi ojek online yang mencoba menyelamatkan diri dari kerumunan.
Insiden tersebut memicu amarah massa. Warga yang semula bubar kembali mengerumuni mobil Brimob, sebagian bahkan memukul kendaraan itu, sementara yang lain mencoba mengejarnya. Meski demikian, rantis tersebut tetap melaju meninggalkan lokasi tanpa menghiraukan korban.
- Penulis: Hasanah 014



