Sudah Tahu Belum Arti dari Munggahan? Tradisi Suku Sunda Menyambut Ramadan
- account_circle Hasanah 015
- calendar_month Selasa, 25 Feb 2025 10:52 WIB
- visibility 383
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi lampu Ramadan (sumber: Ahmed Aqtai/ pexels)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Baca Juga: Jelang Ramadhan, Kang Hasan Ikut Karnaval ‘Munggahan’ di Kabupaten Cirebon
Secara tersirat kata ‘Munggah’ mengacu kepada proses transformasi menuju kebaikan dari bulan Sya’ban ke Ramadan untuk meningkatkan kedalaman spiritual saat menjalani ibadah puasa. Selain itu Munggahan juga bisa dimaknai sebagai perjalanan menuju ke tempat yang lebih tinggi.
Sejarah Munggahan
Munggahan memiliki makna filosofis mendalam dengan melibatkan hubungan antara dua kelompok masyarakat yang berbeda. Kelompok pertama disebut sebagai penduduk ‘Hinggil’, merupakan keturunan langsung atau dekat dari nenek moyang, dan umumnya tinggal di wilayah asal.
Untuk kelompok kedua adalah penduduk ‘Handap’ merupakan generasi paling muda atau yang telah berpindah tempat tinggal ke daerah perantauan. Penduduk ‘Hinggil’ mempunyai peranan dalam menjaga keaslian budaya nenek moyang.
Baca Juga: Mengenal Tradisi Lebaran di Jawa Barat, Mulai Nyekar Hingga ‘Ngadulag’
Sedangkan penduduk ‘Handap’ memiliki peran sebagai pengembang ekonomi, sosial dan politik, namun dianggap tidak memiliki akses langsung dalam berkomunikasi dengan Tuhan.
Tradisi Munggahan dianggap sakral bagi kedua kelompok masyarakat, penduduk ‘Hinggil’ dan ‘Handap’ sebagai momen berkumpul dan menghormati leluhur. Saat agama Islam masuk ke suku Sunda, tradisi Munggahan berubah menjadi upacara penyambutan bulan Ramadan.
Tujuan Munggahan
Tradisi Munggahan menjadi sebuah ungkapan rasa syukur kepada Allah AWT atas berkah dan kesempatan bertemu dengan bulan Ramadan untuk berpuasa dan membersihkan jiwa.
- Penulis: Hasanah 015




