“Komitmennya kini kepada masyarakat di Jabar tak hanya menyediakan institusi pendidikan, tetapi sekolah bebas biaya untuk seluruh siswa/i dan terciptanya kesejahteraan melalui lapangan kerja hingga ke tingkat desa,” kata dia.
Menurut dia, perilaku Nyunda, Nyantri dan Nyakola nyaris hilang dalam keseharian masyarakat. Namun melalui Unit Garapan dan Sayap, Paguyuban Pasundan terus meningkatkan itu, khususnya di bidang pendidikan.
“Ironis pendidikan di Jawa Barat hanya sampai di kelas dua SMP diatas satu tingkat dari Provinsi Papua, itulah yang akan kita perjuangkan,” tegas Hasan.
Selain potret permasalahan pendidikan, kerusakanlingkunyan pun masih sering terjadi di Jabar. Hal iymtu, kata dia, tidak terlepas dari pengelolaan yang melupakan falsafah kesundaan.
“Alam mengenalkan tanaman bambu, menguatkan tanah dari bahaya longsor bahkan mengurangi bencana banjir lumpur yang telah terjadi pekan lalu di cekungan Bandung,” kata Dewan Pangaping Paguyuban Pasundan itu.