Breaking News
Trending Tags
Beranda » BANDUNG » Napak Tilas Sejarah Soekarno di Kota Bandung pada Jaket Bung Karno

Napak Tilas Sejarah Soekarno di Kota Bandung pada Jaket Bung Karno

  • account_circle Hasanah 012
  • calendar_month Jumat, 17 Mei 2024
  • visibility 77
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

HASANAH.ID – BANDUNG. Jaringan Kota/Kabupaten Tapak Sejarah Bung Karno (Jaket Bung Karno) menyambangi Kota Bandung. Deklarasi tersebut dilakukan untuk memberikan pengetahuan mengenai sejarah hidup Bung Karno dari kecil hingga meninggal pada Kamis, (16/5/2024).

Tim Ahli Cagar Budaya Jabar, Reza mengungkapkan Bandung menjadi kota penting dalam pergerakan politik Soekarno. Menurutnya ada satu hal yang membuat Bandung menjadi penting bagi Soekarno yaitu julukan Paris Van Java.

Julukan tersebut tidak serta merta Belanda ucapkan tetapi teknologi serta bidang pendidikan di Kota Bandung sudah jauh modern dibandingkan kota lain. Bahkan Soekarno mengikhlaskan studinya yang awalnya ingin di Belanda menjadi ke Kota Bandung.

“Pergerakan nasional juga sudah ada bahkan sebelum adanya Bung Karno karena di sana banyak hal yang dapat membuka mata serta kritis masyarakatnya,” ujarnya.

Pada saat itu Soekarno banyak melakukan kegiatan serta pengalaman politiknya di Bandung bersama orang-orang progresif yang menentang kolonialisme. Ia juga membuat partai politiknya di Bandung yang non koorporatif bernama Partai Nasional Indonesia yang membuatnya segera diawasi oleh pemerintahan Belanda.

Menurut keterangannya Bung Karno seringkali turun ke bawah untuk memberikan pendidikan politik kepada masyarakat bahkan hingga keluar dari Jawa Barat. Pergerakannya yang masif serta tajam sekali mengkritik rezim kolonial pada akhir Desember Ia ditangkap dan dibawa ke Yogyakarta.

“Ia juga sempat dibawa ke Banceuy dan Sukamiskin untuk ditahan selama 2 tahun,” jelasnya.

Saat dipenjara Ia merumuskan konsep pidato yang luar biasa mengenai Indonesia mengunggat. Akibatnya Ia ditangkap lagi dan dibuang ke Ende tetapi sebanyak 38 tokoh pergerakan menentangnya dan meminta Soekarno untuk dikembalikan.

Napak tilas yang diberikan Soekarno di Kota Bandung sangat banyak, maka dari itu Reza mengajak masyarakat untuk melakukan Jas Merah atau Jangan Sekali-Sekali Melupakan Sejarah pada pidatonya 17 Agustus 1966. Perlu adanya kajian serta merawat ingatan dalam mengingat yang telah dilakukan tokoh-tokoh penting di Indonesia.

“Kota Bandung menjadi tempat paling lama yang disinggahi Soekarno, maka dari itu sudah seharusnya kita menjaga sejarahnya jangan sampai kehilangan ingatan lagi untuk seluruh masyarakat,” pungkasnya.

  • Penulis: Hasanah 012
expand_less
Skip to toolbar