Menlu Sugiono soal Visa Haji Furoda Tak Terbit: Tanya Langsung ke Saudi
- account_circle Bobby Suryo
- calendar_month Minggu, 1 Jun 2025 11:37 WIB
- visibility 152
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Hasanah.id – Menteri Luar Negeri RI Sugiono menanggapi polemik terkait visa haji furoda yang belum diterbitkan oleh Pemerintah Arab Saudi untuk jemaah Indonesia tahun ini. Menurutnya, hal tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan otoritas Saudi.
“Visa haji itu sepenuhnya dikeluarkan oleh Pemerintah Kerajaan Saudi Arabia. Jadi, pertanyaannya sebaiknya langsung ditujukan ke pihak Saudi,” ujar Sugiono usai menghadiri acara HUT ke-77 PB IPSI di Jakarta, Sabtu (31/5).
Meski demikian, Sugiono memastikan bahwa komunikasi diplomatik dengan pihak Saudi tetap dilakukan, termasuk oleh Kementerian Agama (Kemenag) sebagai instansi teknis yang menangani pelaksanaan ibadah haji.
“Pembicaraan dengan pihak Arab Saudi sudah dilakukan, termasuk oleh Kementerian Agama. Tapi saya tidak bisa menjelaskan detail isi pembahasannya,” tambah Sugiono.
Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa keterlambatan visa haji furoda bukan berada dalam tanggung jawab pemerintah Indonesia. Ia mengatakan bahwa pihaknya tetap membantu komunikasi dengan otoritas Arab Saudi guna mempercepat proses.
“Sebagian visa memang sudah keluar, tetapi masih banyak yang dalam daftar tunggu. Yang menerbitkan visa sepenuhnya adalah pemerintah Saudi,” ujar Nasaruddin di Jakarta, Kamis (29/5).
Ia juga menekankan bahwa masalah ini tidak hanya dialami Indonesia, tetapi juga sejumlah negara lain yang menggunakan skema visa furoda.
Visa furoda merupakan jenis visa haji yang diberikan secara langsung oleh Pemerintah Arab Saudi di luar kuota resmi pemerintah Indonesia. Biaya keberangkatannya pun jauh lebih tinggi, berkisar antara US$17.500 hingga US$25.900 atau setara Rp290 juta–Rp400 juta per orang. Sebagai perbandingan, biaya haji reguler berada di kisaran Rp55 juta.
Sejumlah penyelenggara travel haji yang menangani keberangkatan furoda mengaku mengalami kerugian miliaran rupiah akibat belum terbitnya visa tersebut. Di sisi lain, para calon jemaah yang telah membayar juga terancam gagal berangkat ke Tanah Suci.
- Penulis: Bobby Suryo




