Gunung Dukono Masih Bergejolak: Waspada Radius Bahaya dan Ancaman Abu Vulkanik di Maluku Utara
- account_circle MFC Team
- calendar_month Senin, 11 Mei 2026 15:48 WIB
- visibility 212
- comment 0 komentar
- print Cetak

Gunung Dukono Masih Bergejolak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Halmahera Utara, Hasanah.id – Kondisi terkini di Halmahera Utara kembali mencekam setelah laporan terbaru menyebutkan bahwa Gunung Dukono masih bergejolak dengan aktivitas vulkanik yang fluktuatif. Berdasarkan pengamatan visual dan kegempaan, gunung api ini terus menunjukkan tanda-tanda ketidakstabilan yang mengharuskan masyarakat untuk tetap waspada. Pihak otoritas terkait telah mengeluarkan peringatan dini agar warga tidak meremehkan situasi darurat ini.
Fenomena di mana Gunung Dukono masih bergejolak ditandai dengan semburan abu vulkanik yang membubung tinggi ke angkasa, mengancam keselamatan penerbangan dan kesehatan warga sekitar. Hasanah.id memantau langsung perkembangan dari pos pengamatan, di mana intensitas kegempaan tremor masih terekam cukup tinggi, menandakan pergerakan magma ke permukaan masih terus berlangsung tanpa henti.
Gunung Dukono Masih Bergejolak: Rekomendasi Radius Bahaya dari PVMBG
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) secara tegas mengingatkan bahwa karena Gunung Dukono masih bergejolak, masyarakat dilarang melakukan aktivitas dalam radius bahaya yang telah ditentukan. Radius steril sejauh 3 kilometer dari kawah utama harus dipatuhi tanpa pengecualian. Hal ini dilakukan guna menghindari jatuhan material pijar atau paparan gas beracun yang sewaktu-waktu bisa keluar dari mulut kawah secara tiba-tiba.
Kenyataan bahwa Gunung Dukono masih bergejolak menuntut kesiapsiagaan penuh dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. Petugas di lapangan terus melakukan sosialisasi kepada warga di pemukiman terdekat agar selalu siap melakukan evakuasi mandiri jika sewaktu-waktu status aktivitas gunung meningkat dari level yang ada saat ini. Koordinasi antar lembaga diperketat demi meminimalisir potensi korban jiwa.
- Penulis: MFC Team




