10 Muharam Ditetapkan Menag Jadi Hari Anak Yatim Disabilitas
- account_circle khasanah
- calendar_month Jumat, 26 Jun 2026 04:11 WIB
- visibility 93
- comment 0 komentar
- print Cetak

Menag Canangkan 10 Muharam Sebagai Hari Anak Yatim Dan Disabilitas
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak masyarakat menjadikan peringatan 10 Muharam sebagai momentum penguatan kepedulian melalui penyelenggaraan Lebaran Yatim.
Pernyataan itu disampaikan ketika hadir pada kegiatan Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas 1448 H di Auditorium HM Rasjidi, Jakarta, pada Kamis, 25 Juni 2026.
Menag menegaskan bahwa esensi 10 Muharam seharusnya lebih dari seremoni; ia berharap Lebaran Yatim berkembang menjadi tradisi sosial yang memberi perhatian nyata kepada anak-anak rentan.
Menurut Nasaruddin, nilai-nilai Muharam mengandung pesan pembebasan dari beban sosial bagi mereka yang paling membutuhkan.
Ia meminta seluruh elemen masyarakat memperkuat peran pendampingan bagi anak yatim serta penyandang disabilitas agar akses perlindungan dan kesempatan hidup lebih setara.
Dalam sambutannya, Menag menyoroti pentingnya kerja sama antarlembaga dan komunitas dalam merancang program yang berkelanjutan bagi anak-anak tersebut.
Penekanan pada solidaritas sosial juga menjadi pesan utama acara yang berlangsung di auditorium tersebut.
Nasaruddin mendorong agar tradisi Lebaran Yatim tidak hanya terjadi sesaat, tetapi menjadi praktik rutin yang melibatkan keluarga, sekolah, dan organisasi kemasyarakatan.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




