BMKG memprediksi puncak kekeringan terjadi Juli-Sep 2026
- account_circle khasanah
- calendar_month Selasa, 30 Jun 2026 10:31 WIB
- visibility 116
- comment 0 komentar
- print Cetak

Puncak Kekeringan Juli
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Operasi modifikasi cuaca juga dianjurkan dipersiapkan sejak awal musim kemarau dalam kolaborasi dengan BMKG dan BNPB.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan puncak kekeringan ekstrem akan terjadi antara Juli hingga September 2026.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyatakan peluang El Nino mencapai kategori kuat sebesar 98 persen pada tahun ini.
Ia menjelaskan indeks El Nino Southern Oscillation (ENSO) saat ini telah mencapai plus 1,61 dan suhu permukaan laut di Samudera Pasifik telah menghangat melewati ambang netral selama tujuh bulan berturut-turut.
BMKG memprediksi pola curah hujan akan jauh di bawah rata-rata klimatologis 30 tahun terakhir, sehingga sebagian besar wilayah selatan garis khatulistiwa akan terdampak paling berat.
Wilayah yang diperkirakan paling terdampak meliputi Jawa, Bali, serta Nusa Tenggara.
Sementara itu, barat Sumatera dan bagian utara Kalimantan masih diperkirakan memiliki pola hujan relatif tinggi.
BMKG juga mengingatkan risiko kebakaran hutan dan lahan meningkat di enam provinsi rawan yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
Peningkatan konsentrasi polutan selama musim kemarau juga berpotensi menurunkan kualitas udara perkotaan serta meningkatkan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan heat stroke.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




