Dubes RI Agung Sumirat Menyerahkan Kredensial di Malabo
- account_circle khasanah
- calendar_month Kamis, 2 Jul 2026 08:11 WIB
- visibility 125
- comment 0 komentar
- print Cetak

Dubes RI Serahkan Kredensial Kepada Presiden Guinea Ekuatorial
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Pernyataan Dubes Agung menggarisbawahi fokus kerja sama pada bidang ekonomi, ketahanan energi, serta pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Indonesia saat ini tercatat sebagai pengimpor minyak mentah terbesar keempat dari Guinea Ekuatorial, angka yang menjadi dasar bagi penguatan kerja sama ekonomi kedua negara.
Selain penyerahan kredensial, Duta Besar Indonesia untuk Guinea Ekuatorial juga mengadakan pertemuan dengan sejumlah menteri setempat untuk membahas agenda kerja sama strategis.
Pertemuan-pertemuan itu melibatkan Menteri Luar Negeri, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Keuangan guna mengeksplorasi peluang kolaborasi di sektor-sektor prioritas.
Di sela kunjungan kerjanya, Dubes Agung bertemu dengan komunitas ASEAN di Malabo yang diwakili oleh warga negara Indonesia dan Filipina untuk mempererat hubungan masyarakat.
Hubungan diplomatik Indonesia dan Guinea Ekuatorial telah terjalin sejak 2016, dan tahun 2026 menandai satu dekade kerja sama formal kedua negara.
Selama perjalanan hubungan tersebut, kedua negara telah menyepakati fasilitas bebas visa bagi pemegang paspor diplomatik dan dinas sebagai bagian dari upaya mempermudah komunikasi antarpemerintahan.
Guinea Ekuatorial merupakan salah satu negara yang terakreditasi pada KBRI Yaoundé di Kamerun, yang sejak 2023 juga membawahi Chad, Gabon, Republik Kongo, dan Republik Afrika Tengah.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




