Dompet Dhuafa Menyalurkan Air ke Warga Boyolali dan Grobogan
- account_circle khasanah
- calendar_month Selasa, 11 Agt 2026 19:18 WIB
- visibility 11
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kemarau Panjang, Dompet Dhuafa Distribusi Air di Boyolali dan Grobogan
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Sebuah kekeringan panjang melanda Dukuh Joho, Desa Sambeng, Kecamatan Juwangi, Kabupaten Boyolali, sehingga pasokan air bersih bagi warga setempat menipis drastis.
Kekeringan itu berdampak langsung pada kebutuhan rumah tangga dan produktivitas pertanian serta peternakan di wilayah tersebut.
Hingga 10 Agustus 2026, warga melaporkan cadangan air yang terus menyusut dan penurunan kondisi ekonomi keluarga petani.
Mayoritas penduduk Dukuh Joho menggantungkan hidup sebagai petani jagung dan peternak domba atau sapi.
Akibat kekeringan, banyak lahan terlantar karena aktivitas tanam terhenti dan persiapan musim tanam berikutnya terancam gagal.
Nur Cholis, Dai Pemberdaya Dompet Dhuafa di Jawa Tengah, menyatakan bahwa kondisi memaksa anggota keluarga terlibat mencari air, termasuk para pekerja yang biasanya bertani.
“Karena kekeringan di ladang mereka, banyak yang tidak bisa menanam, sehingga para pekerja ikut membantu istri mereka mencari air,” kata Nur Cholis.
Di Kabupaten Grobogan, fenomena serupa terjadi di Dukuh Kedung Bunder, Desa Kedungjati, di mana 120 kepala keluarga sudah mengalami kekeringan sejak pertengahan Juli 2026.
Warga di sana terpaksa menggali sumur kecil di dasar sungai yang kini kering untuk memperoleh air.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.



