KRI Bung Hatta Dikerahkan Salurkan Bantuan bagi Korban Gempa NTT
- account_circle Bobby Suryo
- calendar_month Rabu, 19 Agt 2026 11:08 WIB
- visibility 10
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Hasanah.id — Pemerintah terus mempercepat penanganan darurat pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengerahkan KRI Bung Hatta untuk membawa berbagai kebutuhan logistik bagi masyarakat yang terdampak bencana.
KRI Bung Hatta bertolak dari Pelabuhan Labuhan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, menuju Pelabuhan Reok di Kabupaten Manggarai pada Selasa, 18 Agustus 2026. Pengiriman melalui jalur laut tersebut diharapkan dapat mempercepat mobilisasi bantuan menuju daerah yang membutuhkan.
Berbagai jenis bantuan dibawa dalam pelayaran tersebut. Muatannya antara lain paket bantuan Presiden Republik Indonesia, sembako, tenda keluarga, tenda pengungsi yang berasal dari BNPB, serta sejumlah bantuan hasil donasi masyarakat.
Setibanya di Pelabuhan Reok, seluruh bantuan akan diprioritaskan untuk kemudian disalurkan ke sejumlah wilayah yang terdampak, khususnya Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur. Kedua daerah tersebut menjadi wilayah dengan dampak bencana yang cukup signifikan.
Data terbaru penanganan pascabencana mencatat Kabupaten Manggarai mengalami korban meninggal dunia sebanyak 27 orang. Selain itu, sebanyak 6.487 warga harus mengungsi akibat kondisi pascagempa.
Sementara di Kabupaten Manggarai Timur, jumlah korban meninggal dunia tercatat mencapai 25 orang. Jumlah warga yang mengungsi juga cukup besar, yakni sebanyak 15.465 jiwa.
Selain mengangkut bantuan logistik, pemerintah juga memperkuat respons kemanusiaan melalui pengerahan KRI dr. Soeharso. Kapal rumah sakit milik TNI Angkatan Laut tersebut disiapkan untuk memberikan dukungan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang terdampak gempa.
Untuk memastikan bantuan dapat menjangkau berbagai wilayah secara lebih terkoordinasi, BNPB turut membentuk Pos Dukungan Logistik Nasional (Posduklognas). Pos tersebut ditempatkan di tiga lokasi strategis, yakni Jakarta, Labuhan Bajo, dan Maumere.
Posduklognas di Jakarta yang berada di Base Ops Halim Perdanakusuma berfungsi sebagai pusat penerimaan berbagai bantuan dari kementerian/lembaga, organisasi, maupun masyarakat. Bantuan yang terkumpul kemudian dapat diteruskan menuju wilayah NTT melalui Posduklognas di Labuhan Bajo dan Maumere.
Di Labuhan Bajo, pos logistik ditempatkan di Kantor UBPU Komodo. Pos ini menjadi salah satu titik distribusi untuk membantu penyaluran bantuan ke Kabupaten Manggarai, Manggarai Barat, dan Manggarai Timur.
Adapun Posduklognas Maumere yang berada di Bandara Maumere menangani dukungan logistik untuk wilayah Kabupaten Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka.
BNPB juga membuka kesempatan bagi masyarakat maupun organisasi yang ingin memberikan bantuan kepada korban gempa. Untuk menjaga ketepatan sasaran dan kelancaran distribusi, masyarakat diimbau berkoordinasi terlebih dahulu dengan petugas Posduklognas mengenai kebutuhan serta jadwal pengiriman bantuan.
- Penulis: Bobby Suryo




