Nessie Judge Minta Maaf Usai Gunakan Foto Junko Furuta di Konten Halloween
- account_circle Hasanah 014
- calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
- visibility 60
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Hasanah.id – YouTuber asal Indonesia Nessie Judge tengah menghadapi kritik keras dari publik Jepang usai salah satu konten Halloween miliknya disebut tidak menghormati korban kejahatan. Dalam video kolaborasi bersama grup K-pop NCT Dream di segmen #NERROR, Nessie diketahui menampilkan foto Junko Furuta sebagai dekorasi latar.
Tindakan tersebut dinilai tidak pantas oleh banyak pihak karena menyangkut kasus kekerasan tragis yang masih sensitif di Jepang. Perdebatan pun meluas di platform X, memicu diskusi panas antara warganet Indonesia dan Jepang.
Junko Furuta merupakan korban dari kasus penculikan, penyiksaan, pemerkosaan, dan pembunuhan pada tahun 1988. Tragedi itu dikenal sebagai salah satu kasus kriminal paling kejam dalam sejarah Jepang, dan hingga kini masih dianggap luka sosial yang belum sepenuhnya sembuh. Oleh karena itu, penggunaan foto Junko sebagai bagian dari dekorasi Halloween dianggap tidak menghormati memori korban.
Setelah gelombang kritik meningkat, Nessie menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui akun media sosialnya. Ia mengakui bahwa penggunaan foto tersebut merupakan kekeliruan meski awalnya dimaksudkan sebagai bentuk penghormatan terhadap kasus yang pernah ia bahas di kanal YouTube-nya.
“Hallo semuanya. Saya telah mendengarkan dan memahami kekhawatiran Anda terkait video yang diunggah sebelumnya. Apa yang kami anggap sebagai bentuk penghormatan, telah dikoreksi oleh semua orang sebagai tindakan yang kasar dan tidak peka. Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kurangnya pertimbangan kami,” ujarnya.
Dalam pernyataan lanjutan, Nessie menuturkan bahwa seluruh konten yang memicu kontroversi tersebut telah dihapus. Ia juga menyebut timnya telah melakukan evaluasi internal untuk mencegah kesalahan serupa di masa depan.
“Kemarin, setelah saya menyadari seluruh masalah yang ada, saya langsung menghapus semuanya dan duduk bersama tim saya untuk merenungkan tindakan kami. Meskipun ini tentu saja tidak menghapus apa yang telah terjadi, ketahuilah bahwa kami belajar dari kesalahan kami dan berkomitmen untuk mengubah proses kami,” jelasnya.
Ia kembali menegaskan permohonan maafnya kepada seluruh pihak yang terdampak, termasuk keluarga korban dan para penonton.
“Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada korban, keluarga korban, pemirsa dan kolaborator kami, dan semua orang. Meskipun kami tidak pernah berniat untuk menyakiti, saya mengerti bahwa dampak dari tindakan kami jauh lebih penting. Terima kasih telah mengingatkan kami dan meminta pertanggungjawaban kami,” tegasnya.
- Penulis: Hasanah 014



