Nia Purnakania: Silaturahmi Lintas Agama dan Budaya Perkuat Toleransi di Kabupaten Bandung
- account_circle Bobby Suryo
- calendar_month Rabu, 24 Des 2025
- visibility 1.005
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Hasanah.id — Anggota DPRD Jawa Barat, Hj. Nia Purnakania, SH., M.Kn. menilai silaturahmi bersama komunitas lintas agama dan lintas budaya di Kabupaten Bandung sebagai momentum strategis dalam memperkuat nilai kebersamaan, toleransi, dan keadilan sosial di tengah masyarakat yang majemuk. Kegiatan tersebut menjadi ruang dialog penting untuk mempererat hubungan antarkelompok sekaligus menyerap aspirasi masyarakat dari berbagai latar belakang.
Menurut Nia, Kabupaten Bandung memiliki keragaman yang kaya, baik dari sisi agama, budaya, maupun tradisi. Keragaman tersebut harus dijaga dan dirawat bersama agar menjadi kekuatan dalam pembangunan daerah, bukan sebaliknya menjadi sumber perpecahan. Karena itu, ia menekankan pentingnya membangun komunikasi yang terbuka dan setara antara pemerintah daerah dan komunitas lintas agama serta budaya.
“Silaturahmi bersama komunitas lintas agama dan lintas budaya di Kabupaten Bandung menjadi momentum penting dalam memperkuat nilai kebersamaan dan keadilan sosial. Aspirasi mereka juga sangat penting dalam merumuskan kebijakan yang lebih inklusif, adil, dan berorientasi pada keberagaman,” ujar Nia.
Dalam pertemuan tersebut, berbagai aspirasi dan pandangan disampaikan oleh perwakilan komunitas. Mulai dari isu toleransi, perlindungan hak-hak minoritas, hingga harapan agar kebijakan publik semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat yang beragam.

“Seluruh masukan tersebut akan menjadi perhatian serius DPRD Jawa Barat dalam menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan,” ujar legislator PDI Perjuangan tersebut.
Ia menjelaskan, kebijakan yang inklusif tidak hanya soal regulasi, tetapi juga menyangkut cara pandang dan pendekatan pemerintah dalam melayani masyarakat. Dengan melibatkan komunitas lintas agama dan budaya secara aktif, pemerintah daerah diharapkan mampu merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran dan berkeadilan.
“Melalui silaturahmi ini, diharapkan terbangun sinergi yang lebih kuat antara pemerintah daerah dan komunitas minoritas, sekaligus menumbuhkan rasa saling menghargai dan saling percaya,” katanya.
Nia juga menekankan pentingnya dialog yang berkelanjutan, bukan sekadar pertemuan seremonial.
“Komunikasi yang rutin dan terbuka akan membantu mencegah kesalahpahaman serta memperkuat kohesi sosial di tengah masyarakat,”ungkapnya.
Lebih jauh, Nia menyampaikan optimisme bahwa dengan dialog yang konstruktif dan kebijakan yang inklusif, Jawa Barat, khususnya Kabupaten Bandung, dapat terus melangkah maju sebagai daerah yang menjunjung tinggi toleransi, persatuan, dan keadilan bagi semua warga.
Ia berharap semangat kebersamaan yang terbangun melalui silaturahmi lintas agama dan budaya ini dapat terus dijaga dan diperluas, sehingga Kabupaten Bandung menjadi contoh daerah yang harmonis dalam keberagaman serta mampu menciptakan kehidupan sosial yang damai dan berkeadilan.
- Penulis: Bobby Suryo



