Breaking News
Trending Tags
Beranda » Internasional » Pangeran Harry dan Meghan Dituding Ingin Geser William-Kate Sebagai Wajah Monarki

Pangeran Harry dan Meghan Dituding Ingin Geser William-Kate Sebagai Wajah Monarki

  • account_circle Hasanah 014
  • calendar_month Rabu, 17 Sep 2025
  • visibility 33
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

HASANAH.ID – Kunjungan Pangeran Harry ke Inggris kembali memunculkan wacana besar mengenai posisinya dalam keluarga kerajaan. Pertemuan singkat dengan Raja Charles III di Clarence House bukan hanya memantik spekulasi rekonsiliasi, tetapi juga membuka ruang perdebatan tentang ambisi Harry dan Meghan Markle dalam dinamika monarki.

Pertemuan antara ayah dan anak itu berlangsung setelah 19 bulan lamanya mereka tak bertatap muka. Bagi sejumlah kalangan, momen tersebut dianggap sebagai sinyal kehendak untuk membangun komunikasi baru. Meski begitu, banyak yang menilai jalan menuju rekonsiliasi penuh masih panjang dan penuh hambatan.

Pandangan keras disampaikan Richard Eden, editor harian Daily Mail. Ia menegaskan bahwa keberadaan Harry dan Meghan masih dianggap membawa risiko besar bagi stabilitas keluarga kerajaan.

“Tentu saja, saya bisa memahami keinginan seorang ayah untuk bertemu putranya. Siapa yang tidak? Masalahnya, dia bukan sekadar ayah, dia adalah Kepala Negara kita, dan saya pikir Harry dan Meghan adalah kabar buruk bagi Keluarga Kerajaan,” tulisnya, tegas Eden.

Ia kemudian menyoroti langkah pasangan Sussex sejak mundur dari tugas resmi kerajaan pada 2020. Menurutnya, mereka tidak sepenuhnya meninggalkan ikatan istana dan justru memanfaatkannya demi popularitas internasional.

“Kita telah berulang kali melihat bahwa mereka tidak dapat dipercaya. Mereka mengeksploitasi koneksi kerajaan mereka, dan saya rasa tidak paranoid jika mengatakan bahwa mereka ingin menjadi Keluarga Kerajaan alternatif,” jelasnya.

Lebih jauh, Eden menuding Harry dan Meghan berambisi mengambil alih peran yang selama ini dijalankan oleh Pangeran William dan Kate Middleton sebagai pewaris tahta.

“Mereka ingin menggantikan Pangeran William dan Catherine sebagai anggota kerajaan utama, dan mereka melemahkan mereka,” ujarnya.

Meski kritik tajam terus mengalir, tidak sedikit kalangan yang memandang keberadaan pasangan Sussex sebagai representasi monarki modern. Melalui proyek filantropi dan media, Harry dan Meghan dianggap menghadirkan wajah kerajaan yang lebih progresif dan dekat dengan generasi muda.

Namun, sebagian lainnya menilai popularitas global keduanya berpotensi menimbulkan distorsi dalam persepsi publik. Posisi William dan Kate sebagai pewaris sah dikhawatirkan tergeser oleh citra baru yang dibangun Sussex.

Di tengah kontroversi tersebut, pertemuan antara Harry dan Charles tetap dipandang bermakna. Meski hanya berlangsung singkat yakni kurang dari satu jam sembari menikmati teh sore di mana momen itu memperlihatkan adanya niat membuka kembali jalur komunikasi personal.

Namun, interpretasi tetap terbagi. Ada yang menganggapnya langkah awal menuju hubungan keluarga yang lebih sehat, sementara pengamat lain menekankan bahwa rekonsiliasi menyeluruh masih jauh dari kenyataan.

  • Penulis: Hasanah 014
expand_less