Lebih lanjut, ia menilai ada kelompok yang tidak senang terhadap kekompakan nasionalis dan agamais. Di mana keduanya tidak bisa dipisahkan untuk bergotong royong membangun Indonesia..
“Masak sosok seperti KH Maruf Amin yang telah dipilih Presiden Jokowi sebagai cawapres juga difitnah. Ini bukan kebetulan. Pasti ada kekuatan yang tidak senang melihat kekompakkan nasionalis dan agamis; agamis dan nasionalis, dimana keduanya tidak terpisahkan bagaikan satu keping mata uang yang ikut bergotong royong membentuk Indonesia Raya,” kata dia.
Dia juga menyakini masyarakat pasti melihat rekam jejak capres-cawapres dan tidak menyukai berita bohong atau hoax. Dia berharap tidak terjadi kembali fitnah yang pernah beredar seperti Obor Rakyat dan kasus Ratna Sarumpaet.
“Beruntunglah Indonesia, masyarakat Indonesia masih melihat rekam jejak dan hal-hal baik di dalam memilih presiden dan wakil presidennya. Rakyat tidak suka dengan berbagai bentuk fitnah. Kegagalan Proyek Obor Rakyat yang beredar masih pada pilpres 2014 dan terbongkarnya kasus Ratna Sarumpaet tidak boleh terjadi lagi,” ujar Hasto.