“Segera selesaikan kewajiban mengganti hutan yang mereka pakai. Untuk kementrian LHK evaluasi dan segera tindak perusahaan yang melanggar komitmen penggantian hutan termasuk PT Semen Indonesia, di Hari Bhakti Rimbawan ini seharusnya bisa maknai sedalam-dalamnya arti seorang Rimbawan sesungguhnya, bukan mempertontonkan kemunafikan dalam mengelola dan mengatur kawasan hutan,” serunya sambil melemparkan ular-ular kedalam gerbang kementerian LHK.
Setelah lebih dari dua jam berorasi, Pihak kementerian LHK melalui humas mengajak para pendemo untuk berdialog, sedikitnya lima orang perwakilan menyampaikan keluh kesah dan tuntutannya serta meminta pihak kementerian untuk bisa menindaklanjuti.
“Kami diajak berdialog oleh pihak kementerian LHK, sementara di PT Semen Indonesia tidak ada satupun yang menerima dan ini menjadi catatan kami untuk melakukan aksi lebih besar baik personil mahasiswa juga mengantarkan hewan-hewan yang lebih banyak untuk dilepas liarkan di kantor yang merusak hutan dan kehidupannya seperti PT Semen Indonesia,” ujar Koordinator aksi Alex.(Uwo)***











