Pemerintah Evakuasi WNI dari Afghanistan, Termasuk 7 Warga Negara Asing

Evakuasi WNI dari Afghanistan
dievakuasi dari Afghanistan dan telah tiba di Bandara Halim Perdanakusuma (sindonews.com)

Evakuasi 26 WNI dari Afghanistan berjalan dengan baik. Pesawat TNI AU yang mengevakuasi WNI dari Afghanistan berhasil mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (21/08).

Dalam evakuasi tersebut, 26 WNI dan 7 WNA berhasil diselamatkan. Adapun 7 WNA tersebut, 5 berasal dari Filipina dan 2 dari Afghanistan. “Selain itu, terdapat dua warga negara Afghanistan, satu orang adalah suami dari salah satu warga negara Indonesia, dan satu lagi adalah local staff perempuan yang bekerja di KBRI,” kata Retno.

Lima WN Filipina ikut dalam pesawat setelah Pemerintah Filipina meminta bantuan langsung ke Pemerintah Indonesia dalam mengevakuasi warganya yang berada di Afghanistan.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menceritakan proses evakuasi 26 WNI tersebut. Kata Retno, pesawat pesawat Boeing 737-400 milik Skadron Udara (Skadud) 17 TNI AU berangkat dari Halim Perdanakusuma pada 18 Agustus sekitar pukul 06.00 WIB.

“Pesawat TNI AU berangkat dari Bandara Halim Perdanakusuma pada 18 Agustus 2021 pagi hari sekitar pukul 06.00 WIB. Briefing terakhir dilakukan pukul 04.50 WIB. Saya (18 Agustus) secara resmi melepas keberangkatan tim. Rute yang ditempuh pesawat adalah Jakarta-Aceh-Colombo-Karachi-Islamabad-Kabul,” ujar Menlu dalam jumpa pers di Bandara Halim Perdanakusuma yang disiarkan dari Youtube MoFA Indonesia, Sabtu (21/8/2021) dini hari.

Retno menuturkan dalam proses evakuasi dilakukan secara paralel, bukan one after another. Karena itu, kata Retno, begitu pesawat take off dari Bandara Halim Perdanakusuma, Pemerintah Indonesia melanjutkan mengurus semua perijinan yang masih tersisa. Termasuk izin lintas udara dan izin landing di Kabul.

“Alhamduliilah izin lintas udara semuanya dapat diperoleh dan pesawat mendarat di Islamabad pada 18 Agustus pukul 20.27 waktu setempat. Koordinasi terus dilakukan untuk mengurus izin landing pesawat di Bandara Hamid Karzai, Kabul,” tutur dia.

Rencana awal kata Retno, pesawat hanya berhenti selama 30 menit. Namun, kembali terjadi dinamika sehingga pesawat berada di Bandara Kabul selama kurang lebih 2 jam. Selanjutnya, Retno mengatakan, Pesawat TNI AU terbang dari Kabul pukul 07.10 dan tiba kembali di Islamabad pukul 08.11 waktu setempat untuk melakukan pengisian bahan bakar dan kemudian kembali terbang menggunakan rute yang sama pada saat keberangkatan.

“Proses ini benar-benar, sebuah proses yang tidak mudah dan memerlukan koordinasi yang kuat,” kata Retno.

Upaya evakuasi cepat WNI dari Afganistan itu mendapat apresiasi dari Komisi I DPR. Anggota Komisi I DPR Sukamta menyatakan, Kemenlu dan TNI-AU terbukti mampu berkinerja cepat, tepat, dan terukur.

”Menyelamatkan dan melindungi rakyat Indonesia di luar negeri dengan operasi khusus berjalan dengan baik di Afghanistan yang sedang tidak stabil, menunjukkan kapasitas Indonesia di dunia internasional,” ucap Sukamta kemarin.

Total
5
Shares
Related Posts