Wabup Fajar Tinjau Longsor di Sumedang, Warga Diminta Segera Mengungsi Saat Hujan Deras
- account_circle Bobby Suryo
- calendar_month 09 April 2026, 14:23 WIB
- visibility 817
- comment 0 komentar
- print Cetak

Wabup Fajar Tinjau Longsor di Sumedang, Warga Diminta Segera Mengungsi Saat Hujan Deras
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Hasanah.id – Hujan lebat yang mengguyur wilayah Sumedang memicu bencana tanah longsor dan menyebabkan sejumlah rumah ambruk di beberapa lokasi, Rabu malam (8/4/2026). Longsor dilaporkan terjadi di tiga titik di Dusun Cirangon, Desa Mekarrahayu, serta wilayah Margalaksana, dan sempat menutup akses jalan di kawasan Cadas Pangeran.
Wakil Bupati Sumedang, M Fajar Aldila, bersama Kepala BPBD Sumedang Bambang Rianto, turun langsung meninjau lokasi terdampak di Kecamatan Sumedang Selatan.
“Kami datang untuk memastikan penanganan berjalan dan membantu percepatan evakuasi warga terdampak,” ujar Fajar di lokasi.
Di Desa Mekarrahayu, longsor menimpa dua rumah milik warga bernama Dudi dan Apen. Salah satu korban, Apen (63), dilaporkan tertimbun material longsor dan masih dalam proses pencarian. Sementara itu, beberapa korban lainnya seperti Apong Suryani (56), Zeni (22), dan Raquenza (2) berhasil selamat meski mengalami luka-luka.
“Korban yang selamat sudah kami evakuasi dan mendapatkan penanganan medis,” kata Fajar.
Fajar mengungkapkan bahwa proses evakuasi menghadapi kendala karena lokasi longsor sulit dijangkau alat berat. Meski demikian, tim gabungan terus berupaya melakukan pencarian terhadap korban yang masih tertimbun.
“Tiga korban sudah dievakuasi ke RSUD dalam kondisi selamat, sementara satu orang masih dalam pencarian,” jelasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras mengguyur.
“Saya menghimbau warga yang tinggal di kaki gunung, lereng, atau kawasan rawan longsor untuk segera mengungsi ketika hujan deras turun,” tegas Fajar.
Selain itu, ia meminta warga untuk saling berkomunikasi dan memantau kondisi lingkungan sekitar guna mengantisipasi potensi bencana susulan.
“Warga harus saling mengingatkan dan memastikan kondisi sekitar tetap aman,” tambahnya.
Pemerintah daerah bersama BPBD, Damkar, kepolisian, dan TNI terus melakukan penanganan di sejumlah titik longsor.
“Kami bersama seluruh unsur terus berupaya maksimal dalam penanganan bencana ini,” ujarnya.
Sementara itu, akses jalan di kawasan Cadas Pangeran yang sempat tertutup material longsor kini telah kembali normal setelah dilakukan pembersihan sejak dini hari.
“Alhamdulillah, jalur Cadas Pangeran sudah bisa dilalui kembali sekitar pukul 04.00 setelah material berhasil disingkirkan,” tutup Fajar.
- Penulis: Bobby Suryo



