Gebyar Ternak Unpad 2026 Perkuat Kolaborasi dan Daya Saing Peternak Lokal
- account_circle Bobby Suryo
- calendar_month Senin, 13 Apr 2026 11:17 WIB
- visibility 928
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Hasanah.id – Semangat pengembangan sektor peternakan tampak kuat dalam gelaran “Gebyar Ternak Padjadjaran: Expo dan Kontes Ternak Sapi 2026” yang digelar di Lapangan Merah Kampus Universitas Padjadjaran, Jatinangor, pada Sabtu, 11 April 2026. Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi antara akademisi, pemerintah daerah, pelaku usaha, serta komunitas peternak untuk mendorong kemajuan sektor peternakan di Jawa Barat.
Wakil Bupati Sumedang, M Fajar Aldila, yang hadir mewakili Bupati Dony Ahmad Munir, menegaskan bahwa sektor peternakan memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan protein hewani masyarakat.
Menurutnya, tingginya partisipasi peserta dari berbagai daerah menjadi indikator positif bahwa sektor peternakan memiliki potensi besar untuk terus berkembang. Ia menekankan pentingnya dorongan bersama agar peternak lokal mampu meningkatkan kapasitas dan daya saingnya.
“Melalui kegiatan ini, kita ingin memastikan peternak tidak hanya menjadi penonton, tetapi mampu menjadi pelaku utama yang berdaya saing, baik di tingkat nasional maupun global,” ujarnya.
Kegiatan ini mengusung konsep kolaborasi pentahelix yang melibatkan unsur akademisi, bisnis, komunitas, pemerintah, dan media. Dengan pendekatan tersebut, diharapkan lahir berbagai inovasi yang mampu memperkuat posisi peternak lokal dalam industri peternakan nasional.
Pemerintah Kabupaten Sumedang, lanjut Fajar, juga berkomitmen mendukung peternak melalui berbagai kebijakan strategis. Salah satunya dengan mendorong pemanfaatan produk peternakan lokal dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kebijakan ini dinilai menjadi peluang besar bagi peternak untuk meningkatkan kesejahteraan sekaligus memperluas pasar.
Selain itu, pemerintah daerah tengah mengkaji pembangunan Rumah Potong Hewan (RPH) guna memperkuat ekosistem peternakan serta menjamin kualitas produk daging yang aman, sehat, utuh, dan halal.
Sementara itu, Dekan Fakultas Peternakan Unpad, Rahmat Hidayat, menyampaikan bahwa kontes ternak memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas dan produktivitas ternak. Ia menilai kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana evaluasi serta pertukaran pengetahuan antar pelaku sektor peternakan.
Ia juga mengingatkan pentingnya penerapan protokol kesehatan hewan, termasuk vaksinasi terhadap penyakit seperti PMK dan LSD, guna memastikan kesehatan ternak yang dilombakan.
Apresiasi juga datang dari perwakilan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan melalui Balai Inseminasi Buatan Lembang. Mereka menilai kegiatan ini berpotensi menjadi sarana penjaringan bibit unggul nasional, termasuk untuk mendukung program bantuan ternak dari pemerintah pusat.
Dengan rangkaian kegiatan seperti expo, bazar, talkshow, dan kontes ternak, acara ini menjadi ruang edukasi sekaligus inovasi yang mendorong sinergi lintas sektor dalam membangun industri peternakan yang lebih maju dan berdaya saing.
- Penulis: Bobby Suryo




