Breaking News
Trending Tags

Dony Ahmad Munir Dorong Pembenahan Transportasi, Pemkab Sumedang Bahas Aspirasi Organda

  • account_circle Bobby Suryo
  • calendar_month Senin, 18 Mei 2026 17:16 WIB
  • visibility 1.011
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Hasanah.id – Pemerintah Kabupaten Sumedang bersama Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Sumedang membahas berbagai persoalan transportasi umum dalam audiensi yang digelar di Ruang Rapat Bupati, PPS Lantai 2, Senin (18/5/2026). Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir dan dihadiri jajaran pengurus Organda serta perangkat daerah terkait.

Dalam audiensi itu, Plt Ketua Organda Sumedang Tatang Suherman menyampaikan sejumlah aspirasi terkait kondisi angkutan umum di Kabupaten Sumedang. Beberapa isu yang dibahas di antaranya kebijakan larangan siswa membawa kendaraan bermotor ke sekolah, sistem pembayaran non tunai melalui QRIS, penataan jalur dan Terminal Panyingkiran, jaringan trayek angkutan pascapenerapan sistem satu arah di pusat kota, hingga pengaktifan Terminal Wado tipe A.

Tatang menilai perlunya penyesuaian kebijakan transportasi agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal dan keberlangsungan angkutan umum dapat terjaga di tengah perubahan pola mobilitas masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Dony Ahmad Munir menyampaikan apresiasi kepada Organda atas kontribusinya dalam mendukung pelayanan transportasi publik di Sumedang. Menurutnya, keberadaan angkutan umum masih memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

“Pemerintah daerah mengapresiasi peran Organda yang selama ini membantu pelayanan transportasi bagi masyarakat. Transportasi umum merupakan bagian penting dalam mendukung mobilitas warga dan pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Dony.

Terkait kebijakan larangan pelajar membawa kendaraan pribadi ke sekolah, Dony menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen mendorong penggunaan angkutan umum di kalangan pelajar demi keselamatan dan ketertiban lalu lintas.

“Program ini harus disukseskan bersama. Kami ingin membangun budaya penggunaan angkutan umum di kalangan pelajar. Pemerintah juga sudah menyiapkan gugus tugas di sekolah untuk melakukan pengawasan dan penertiban secara langsung,” katanya.

Selain itu, Dony memastikan pemerintah daerah terus melakukan pembenahan infrastruktur pendukung transportasi, termasuk perbaikan jalan dan peningkatan penerangan jalan umum (PJU) demi menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.

“Pelayanan transportasi harus terus ditingkatkan. Infrastruktur jalan diperbaiki, penerangan jalan ditambah, sehingga masyarakat merasa lebih nyaman dan aman saat beraktivitas,” tuturnya.

Mengenai persoalan trayek angkutan pascapenerapan sistem one way, Dony menjelaskan bahwa kebijakan tersebut dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di pusat kota sehingga diperlukan penyesuaian regulasi transportasi.

Sementara itu, terkait pembayaran non tunai menggunakan QRIS, Bupati meminta Dinas Perhubungan segera berkoordinasi dengan Bank BJB agar sistem pembayaran dapat lebih mudah diakses oleh masyarakat maupun pengemudi angkutan umum.

Audiensi tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam menciptakan sistem transportasi yang lebih tertata, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat Sumedang di masa mendatang.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

  • Penulis: Bobby Suryo
expand_less