Penampilan Drama Teatrikal Mengenai Penindasan Perempuan
- account_circle Hasanah 012
- calendar_month Selasa, 12 Mar 2024
- visibility 42
- comment 0 komentar
- print Cetak

Tangkapan foto drama teatrikal Voice the Voicless di Depan Gedung Sate, Kota Bandung.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
HASANAH.ID – BANDUNG. Penampilan teatrikal drama Voice the Voicless yang menampilkan bagaimana kondisi sulitnya wanita dari zaman dulu hingga sekarang. Pegiat Seni, Manik mengatakan bahwa hal ini merupakan salah satu cara dalam mengkritik budaya patriarki pada Jumat, (8/3/2024) di Depan Gedung Sate, Kota Bandung.
Ia menjelaskan bahwa balon-balon merah yang pecah diantara perempuan merupakan bentuk representasi amarah terhadap sistem yang tidak adil. Namun, manik mengatakan hal itu bisa diartikan beda juga sesuai dengan interpretasi penonton.
“Balon merah yang berserakan bunga merupakan bentuk dari kemarahan kami kepada budaya patriarki yang masih langgeng hingga masa kini,” ujar Manik.
Manik mengatakan drama tersebut ingin memperlihatkan penindasan perempuan setiap harinya terutama di pekerjaan domestik. Perempuan masih menjadi objek yang rentan mengalami kekerasan.
Ia juga menceritakan bahwa drama yang ditampilkan hanya gambaran sederhana. Penindasan pada perempuan jauh lebih banyak jenisnya dan kekerasan masih sering terjadi.
- Penulis: Hasanah 012
