Pencipta Suara Mickey Mouse Sebut Kecerdasan Buatan Tidak Bisa Gantikan Jiwa Karakter
- account_circle Bobby Suryo
- calendar_month 10 September 2023, 11:03 WIB
- visibility 93
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Hasanah.id – Teknologi yang mendorong kecerdasan buatan (AI) telah menciptakan inovasi luar biasa di dunia hiburan, namun, apakah AI bisa menangkap esensi dari karakter ikonik seperti Mickey Mouse? Menurut Bret Iwan, pengisi suara karakter suara maskot Disney, jawabannya adalah tidak.
Dalam perayaan ulang tahun ke-100 Disney, Iwan membagikan pandangannya tentang masa depan perusahaan dan potensi AI yang sedang mengguncang Hollywood saat ini.
“Wah, menurut saya, tentu saja ada teknologi luar biasa yang dikembangkan dengan AI, dan itu sangat mengesankan,” kata Iwan.
“Namun, menurutku tidak ada yang bisa menggantikan inti dari sebuah karakter dan yang lebih penting, inti dari bercerita.”
Kecerdasan buatan telah menjadi topik perbincangan panas di Hollywood, dengan kekhawatiran bahwa AI akan menggantikan pekerjaan manusia di industri hiburan. Para penulis telah melakukan pemogokan, aktor khawatir tentang kloning suara dan penampilan mereka digantikan oleh AI, semuanya menciptakan ketegangan di dunia hiburan.
Namun, bagi Iwan, karakter dan bercerita adalah yang unik dan tak tergantikan oleh teknologi.
“Saya harus percaya bahwa bagian itulah yang akan bertahan, dan membuat orang-orang nyata tetap bekerja untuk sementara waktu!” katanya.
Iwan adalah salah satu dari empat orang yang pernah menjadi pengisi suara resmi Mickey Mouse, sebuah karakter yang pertama kali disuarakan oleh pendiri perusahaan Walt Disney sendiri pada tahun 1928. Meskipun teknologi terus berkembang, Iwan berharap bisa terus menghidupkan karakter tersebut untuk waktu yang lama.
Dalam dunia animasi, penggunaan AI telah memasuki bidang animasi buatan komputer, tetapi animator Disney Eric Goldberg yakin bahwa AI tidak akan memiliki pengaruh besar pada animasi yang digambar tangan.
“Saya pikir AI memiliki lebih sedikit peluang untuk mempengaruhi animasi yang digambar tangan daripada animasi komputer, karena AI adalah tentang mereplikasi realisme,” katanya.
“Jadi gambar tangan memberi kita sedikit keuntungan seperti itu.”
Goldberg percaya bahwa selalu akan ada keinginan untuk melihat animasi tangan digambar karena imajinasi dan fleksibilitas yang dimilikinya.
“Karena kita harus menggunakan imajinasi kita begitu banyak untuk mewakili karakter yang digambar dengan tangan, menurut saya AI tidak akan menjadi masalah di sisi media itu,” kata Goldberg.
“Asalkan masih ada orang yang mau melakukannya!”
- Penulis: Bobby Suryo



