HASANAH.ID – Bandung – Irma Dermawari, dosen keperawatan di UPI dan anggota SPPKS UPI, menekankan pentingnya kesadaran akan hak dan kewajiban dalam kesehatan seksual dan reproduksi pada Kamis, 1 Agustus 2024.
“Jika ada hak, pasti ada kewajiban. Ketika hak kita dilindungi, kita wajib melindungi hak orang lain dalam kesehatan seksual dan reproduksi. Jika hal ini sinkron, insya Allah angka kekerasan seksual akan menurun,” ujar Irma dalam wawancaranya.
Irma menjelaskan bahwa kebutuhan seksual dan reproduksi merupakan kebutuhan dasar manusia yang dimulai sejak bayi. “Bayi membutuhkan air susu ibu dan mengisap jempolnya. Ketika anak-anak beranjak dewasa, mereka mengalami masa pubertas seperti mimpi basah pada laki-laki dan haid pada perempuan. Hak-hak ini harus kita hargai dan stigma negatif terhadap perubahan tubuh ini harus dihindari,” tambahnya.
Ia menyoroti pentingnya menjaga hak orang lain dan dampak negatif dari candaan yang tidak pantas. “Candaan yang merendahkan dapat berujung pada pelecehan seksual, seperti catcalling, yang pada akhirnya bisa memicu kekerasan yang lebih parah, termasuk perkosaan dan pembunuhan. Budaya perkosaan dan kekerasan seksual, baik fisik maupun digital, harus diatasi,” tegasnya.
Irma juga berbagi pengalaman pribadi tentang seorang teman yang tidak mau memeriksakan diri setelah terinfeksi HIV/AIDS dan akhirnya meninggal dunia. “Ketika kita berbicara tentang kesehatan seksual dan reproduksi, jangan muncul stigma buruk terhadap diri kita atau orang lain. Ketika terjadi pemaksaan atau kekerasan seksual, ancaman terhadap kesehatan reproduksi meningkat,” ujarnya dengan penuh keprihatinan.
Ia mendorong masyarakat untuk tidak menjudge atau menyebarkan informasi pribadi orang lain yang memiliki masalah kesehatan seksual. “Jika teman memiliki gejala seperti keputihan berwarna hijau, berbau, dan gatal, atau laki-laki merasa panas di area genital, jaga privasi mereka dan dorong untuk memeriksakan diri ke lembaga yang tepat. Jangan menghakimi, tetapi ajukan pertanyaan terbuka seperti, ‘Sejak kapan merasakan hal ini?’ agar mereka merasa didukung,” kata Irma.
Irma juga menekankan pentingnya perhatian terhadap kesehatan reproduksi dalam setiap aktivitas seksual. “Hubungan seksual bukan hanya tentang kontak fisik, tetapi juga tentang saling menyayangi dan memiliki perhatian terhadap kesehatan reproduksi masing-masing,” tutupnya.
