KH Abdul Waidl meminta Muktamar perkuat tata kelola NU
- account_circle khasanah
- calendar_month Minggu, 28 Jun 2026 00:11 WIB
- visibility 95
- comment 0 komentar
- print Cetak

Jelang Muktamar 2026, FORBES NU Bahas Persiapan Dan Isu Kritis
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Koordinator FORBES NU KH Abdul Waidl menegaskan muktamar mendatang harus dimanfaatkan untuk memperkuat tata kelola organisasi, bukan sekadar arena pergantian kepemimpinan.
Menurut Abdul Waidl, perbaikan tata kelola organisasi diperlukan agar NU dapat beroperasi dengan transparansi, akuntabilitas, dan bebas dari intervensi kepentingan sempit.
Ia menyebutkan tantangan utama adalah membangun mekanisme internal yang menjamin kepercayaan publik dan kesinambungan peran NU sebagai penjaga moral bangsa, sehingga tata kelola organisasi menjadi fondasi yang kokoh.
NU, kata Abdul Waidl, berdiri di atas kerja keras warga, teladan para kiai, dan tradisi pesantren sepanjang hampir satu abad.
Oleh karena itu, masa depan organisasi tidak boleh ditentukan oleh logika kekuasaan atau ketergantungan pada segelintir pemodal, melainkan oleh mekanisme yang menjaga independensi dan integritas.
Rencana agenda muktamar akan memasukkan sejumlah isu strategis, antara lain akuntabilitas pengelolaan keuangan dan kemandirian sumber pendanaan organisasi.
FORBES NU menilai isu pendanaan harus dibahas secara terbuka agar organisasi besar berani menerima evaluasi dan memperbaiki diri demi mempertahankan kepercayaan warga.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




